BNPB Inventarisasi Kebutuhan Dasar Korban Gempa di Sigi
- 20 Jun 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB menginventarisasi kebutuhan dasar masyarakat.
- Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sigi, Jumat, 19 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Sigi - Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sigi, Jumat, 19 Juni 2026. Kunjungan dilakukan ke Desa Kamarora A dan Kamarora B.
Dua desa tersebut menjadi wilayah paling terdampak gempa magnitudo 6,7. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto menyebut kunjungan menunjukkan kehadiran pemerintah pusat. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
"Beliau sudah mengunjungi lokasi terdampak dan memberikan bantuan. Aspirasi masyarakat juga ditampung secara langsung," kata Asbudianto ketika dihubungi, Jumat, 19 Juni 2026.
Dalam kunjungan itu, BNPB menggelar rapat koordinasi bersama warga. Forum tersebut melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemuka agama.
Kepala BNPB juga membuka dialog langsung dengan warga terdampak. Berbagai persoalan dan kebutuhan darurat disampaikan masyarakat.
"Beliau membantu tenda sementara dan menjanjikan rumah ibadah sementara. Upaya ini dilakukan bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah," ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, BNPB menginventarisasi kebutuhan dasar masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian penting penanganan masa darurat.
Pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan lapangan. BNPB juga akan melanjutkan peninjauan ke daerah terdampak lainnya.
Asbudianto mengatakan, tim BNPB telah berada di Sulawesi Tengah sebelumnya. Sebagian petugas masih bertugas melakukan asesmen lapangan.
Sebelumnya, BNPB telah mengirim berbagai bantuan logistik darurat. Bantuan mencakup tenda pengungsi, sembako, matras, selimut, dan kasur lipat.
Pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi. Penanganan darurat terus diperkuat hingga kondisi kembali normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....