Ketum PB Mathla’ul Anwar Dukung Sikap MUI Tolak Kampanye LGBT

  • 22 Jun 2026 00:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Jazuli Juwaini menyatakan dukungannya terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendorong ketegasan negara
  • Dalam menghadapi perilaku LGBT serta berbagai bentuk kampanye dan upaya normalisasinya
  • Menurut Jazuli, persoalan LGBT harus dilihat dalam kerangka nilai agama, moral, budaya bangsa

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Jazuli Juwaini menyatakan dukungannya terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendorong ketegasan negara. Dalam menghadapi perilaku LGBT serta berbagai bentuk kampanye dan upaya normalisasinya.

Menurut Jazuli, persoalan LGBT harus dilihat dalam kerangka nilai agama, moral, budaya bangsa. Serta konstitusi yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita tidak membenci orangnya. Setiap manusia harus dihormati martabat dan hak-hak dasarnya sebagai warga negara. Namun, kita menolak perilaku LGBT dan segala bentuk kampanyenya karena bertentangan dengan ajaran agama, nilai luhur bangsa, serta berpotensi menimbulkan dampak terhadap karakter dan masa depan generasi penerus," kata Jazuli, Senin, 22 Juni 2026.

Anggota DPR RI itu menilai seluruh agama yang dianut masyarakat Indonesia memiliki pandangan yang tidak membenarkan perilaku LGBT. Karena itu, menurutnya, kebebasan berekspresi tidak dapat dilepaskan dari batasan yang diatur konstitusi.

Ia mengutip Pasal 28J Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ini yang menegaskan bahwa pelaksanaan hak dan kebebasan harus memperhatikan nilai agama, moral, keamanan, dan ketertiban umum.

PB Mathla’ul Anwar, kata Jazuli, mendukung penguatan regulasi dan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kampanye, propaganda. Maupun penyebaran konten yang mendorong normalisasi LGBT, terutama yang menyasar anak-anak dan generasi muda.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pendekatan pembinaan, pendidikan agama, dan penguatan ketahanan keluarga. Ini sebagai bagian dari upaya menjaga generasi bangsa.

"Melindungi generasi bangsa dari berbagai penyimpangan moral merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, PB Mathla’ul Anwar mendukung langkah-langkah konstitusional yang diambil negara untuk menjaga moral publik, ketahanan keluarga, dan masa depan Indonesia," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....