Mendikdasmen: Transformasi Pendidikan di Nias Utara Mulai Terlihat
- 21 Jun 2026 21:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyatakan berbagai program prioritas pemerintah mulai memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Mu’ti mengatakan transformasi pendidikan yang dijalankan pemerintah bertujuan juga untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyatakan berbagai program prioritas pemerintah mulai memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Khususnya, di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Dampak tersebut terlihat saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Serta progres revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Sitolu Ori dan SMP Negeri 3 Sitolu Ori.
Mu’ti mengatakan transformasi pendidikan yang dijalankan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah. Tetapi juga peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.
Di SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang memiliki 154 murid, pemerintah telah menghadirkan akses internet berbasis satelit Starlink, papan interaktif digital. Serta dukungan pasokan listrik yang memadai.
Selain itu, sekolah tersebut juga mendapatkan bantuan revitalisasi berupa pembangunan laboratorium, rehabilitasi ruang administrasi, dan perbaikan tiga ruang kelas. Menurut Mu’ti, kehadiran berbagai fasilitas tersebut membuka peluang pembelajaran yang lebih modern sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Sementara itu, SMP Negeri 3 Sitolu Ori dengan jumlah 176 murid menjadi lokasi groundbreaking revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026. Melalui program tersebut, sekolah akan memperoleh pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta penataan lingkungan sekolah yang lebih representatif.
Siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, Jenny Anjelina Ziliwu, mengaku kondisi bangunan sekolah sebelumnya menjadi tantangan dalam proses belajar mengajar. “Harapan kami sekolah ini bisa diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik yang akan datang bisa belajar dengan lebih baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 21 Juni 2026.
Kemendikdasmen menilai pendekatan yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan melalui MBG. Serta pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....