DPR Dorong Transformasi Pendidikan Pesantren Hadapi Tantangan Teknologi Global

  • 08 Jun 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cucun mendorong transformasi pesantren agar mampu bersaing di tingkat global.
  • Implementasi UU Pesantren diminta memberi manfaat nyata bagi lembaga pesantren.
  • Pesantren didorong adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong transformasi pendidikan di lingkungan pesantren. Langkah itu dinilai penting untuk menjawab tantangan global yang terus berkembang.

Menurut Cucun, pesantren perlu memperkuat kualitas pendidikan tanpa meninggalkan identitas keislamannya. Upaya tersebut juga diperlukan untuk mencetak santri yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam talkshow panel bersama Keluarga Alumni Pesantren Cipasung. Kegiatan tersebut berlangsung di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu, 6 Juni 2026.

Cucun menyoroti dua agenda strategis bagi masa depan pesantren. Keduanya meliputi pengawalan implementasi Undang-Undang Pesantren dan peningkatan kapasitas santri menghadapi perkembangan teknologi.

Ia menilai manfaat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren harus dirasakan langsung oleh lembaga pesantren. Menurutnya, implementasi regulasi tersebut perlu didukung pengakuan, afirmasi, pendanaan, serta penguatan fungsi sosial dan dakwah.

“Setiap undang-undang harus memiliki implementasi yang nyata. Karena itu, kami meminta agar mekanisme aturan turunannya tidak dibuat rumit, terutama terkait rekognisi kelulusan dan akses anggaran,” ujar Cucun dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin, 8 Juni 2026.

Politisi Fraksi PKB itu juga menekankan pentingnya adaptasi pesantren terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, pesantren memiliki peluang besar mengintegrasikan standar pendidikan internasional dengan karakter khas yang dimiliki.

Ia menyebut kurikulum internasional seperti Cambridge Curriculum dan International Baccalaureate dapat menjadi referensi pengembangan pendidikan pesantren. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan nilai dan budaya pesantren.

“Pesantren bisa mengadopsi Cambridge maupun IB dengan pendekatan khas pesantren. Semua pesantren harus adaptif terhadap percepatan teknologi,” katanya.

Cucun menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga membutuhkan kontribusi kalangan pesantren. Kehadiran santri yang memiliki pemahaman agama dinilai penting untuk menghadirkan perspektif etika dan moral dalam pemanfaatan teknologi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....