Kementerian PU Percepat Pembangunan Jembatan Medan-Aceh
- 21 Jun 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hingga Juni 2026, pemerintah telah merehabilitasi 1.544 rumah terdampak dan menangani 107 ruas jalan nasional serta 43 jembatan terdampak bencana
- Kementerian PU membangun jembatan permanen di jalur strategis Medan-Aceh untuk mempercepat pemulihan pascabencana dan menjaga kelancaran logistik
- Keputusan tersebut diambil karena jembatan darurat memiliki keterbatasan kapasitas untuk melayani kendaraan logistik berbobot besar
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatra dengan membangun jembatan permanen pada jalur strategis Medan-Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan infrastruktur darurat yang dibangun saat masa tanggap bencana memiliki keterbatasan kapasitas dan masa layanan. Karena itu, pemerintah memutuskan membangun jembatan permanen lebih awal untuk menjamin konektivitas jangka panjang.
“Pada saat tanggap darurat, yang kita bangun itu kan bersifat darurat, sementara waktu. Kemudian, misalnya, jembatan darurat yang kita bangun itu tidak akan bertahan lama karena yang melintas merupakan kendaraan besar,” kata Dody dalam keterangan tertulis Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, jalur Medan-Aceh merupakan koridor penting bagi distribusi bahan bakar minyak (BBM), semen, dan kebutuhan pokok lainnya. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur permanen.
“Belum lagi ini merupakan jalur lintas Medan–Aceh, ada angkutan BBM, logistik, semen, dan lain-lain. Jadi kemudian saya memberanikan diri, walaupun sebetulnya waktu itu belum boleh,” ujarnya.
Dody menjelaskan pembangunan jembatan permanen dilakukan tanpa menunggu seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai. Menurutnya, langkah tersebut juga mempercepat penyerapan anggaran karena pekerjaan permanen telah berjalan di lapangan.
“Seharusnya saya masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Tetapi langsung membangun jembatan permanennya,” kata Dody.
Selain pembangunan infrastruktur permanen, Kementerian PU juga terus melaksanakan program padat karya di wilayah terdampak bencana. Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan lumpur yang masih menutupi sejumlah kawasan, terutama di Aceh Tamiang.
“Untuk padat karya di Sumatra itu masih terus berlangsung, terutama untuk pembersihan lumpur. Semua lokasi akan kita bersihkan dari lumpur,” ucapnya.
Hingga Juni 2026, Kementerian PU telah menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi 1.544 unit rumah atau sekitar 83 persen dari target 1.866 unit. Pemerintah juga telah menuntaskan pembersihan fasilitas umum, kawasan permukiman, dan relokasi puskesmas di wilayah terdampak.
Di sektor konektivitas, sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan terdampak telah ditangani. Sementara pada sektor SDA, pemerintah telah memperbaiki 178 SPAM, menangani dua embung terdampak, dan membangun 70 sumur bor dangkal.
Pemerintah turut memperkuat percepatan pemulihan pascabencana melalui dukungan anggaran. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi anggaran pemulihan pascabencana sebesar Rp100,1 triliun untuk periode tiga tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....