BNPB: 6.412 Warga Terdampak Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah

  • 18 Jun 2026 20:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB melaporkan sebanyak 6.412 warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah.
  • Gempa darat kedalaman 10 kilometer itu juga menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan berbagai fasilitas publik.
  • BNPB mencatat, per Kamis 18 Juni 2026, dampak kumulatif bencana tersebut melanda sedikitnya 2.109 kepala keluarga (KK).

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 6.412 warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah. BNPB mencatat, per Kamis 18 Juni 2026, dampak kumulatif bencana tersebut melanda sedikitnya 2.109 kepala keluarga (KK).

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis 18 Juni 2026. Selain itu, gempa darat kedalaman 10 kilometer itu juga menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan berbagai fasilitas publik.

Berdasarkan data BNPB, sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan. Rinciannya adalah 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.

Tidak hanya sektor perumahan, kerusakan juga melanda sejumlah fasilitas umum. BNPB mencatat sebanyak 42 rumah ibadah, 13 bangunan sekolah, dan delapan fasilitas perkantoran mengalami dampak akibat guncangan gempa.

Di antara bangunan pemerintah yang terdampak adalah Kantor Bupati Sigi serta Kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Sigi. BNPB terus melakukan pendataan dan pemutakhiran informasi di lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Pemerintah bersama instansi terkait juga terus berupaya mempercepat proses penanganan dampak bencana. Serta pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti arahan petugas. Guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....