BPBD Sulteng Catat 42 Kali Gempa Susulan, Warga Diminta Tetap Waspada
- 16 Jun 2026 14:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa 16 Juni 2026.
- BPBD Sulawesi Tengah melaporkan, gempa besar ini diikuti puluhan gempa susulan.
- Getaran kuat juga dirasakan di sejumlah wilayah lain seperti Mamuju, Mamasa, Pasangkayu, Polewali Mandar, Pinrang, Parepare, Pohuwato hingga Gorontalo.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa 16 Juni 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan, gempa besar ini diikuti puluhan gempa susulan.
Hingga kini, BPBD Sulawesi Tengah mencatat telah terjadi 42 kali gempa susulan pascagempa utama yang berpusat di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Palu. Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung, meski kondisi di lapangan mulai berangsur kondusif.
“Jumlah gempa bumi susulan 42 kali. Update terakhir pukul 13.38 WITA,” kata Asbudianto kepada wartawan, Selasa 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan, dari total 42 gempa susulan tersebut, satu gempa tercatat bermagnitudo 5, sebanyak 10 kali gempa berkekuatan rata-rata magnitudo 4. Lalu 31 kali gempa dengan rata-rata magnitudo 3, serta empat kali gempa berkekuatan sekitar magnitudo 2.
Meski demikian, BPBD memastikan situasi secara umum sudah aman dan terkendali. “Sejauh ini situasi sudah aman dan kondusif, hanya dihimbau masyarakat agar tetap waspada gempa susulan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur. Atau sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Sulawesi Tengah. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault,” kata Wijayanto.
Menurut BMKG, karakter gempa dangkal menyebabkan guncangan terasa lebih kuat di permukaan. Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa mencapai skala VI-VII MMI di Kota Palu dan V-VI MMI di Kabupaten Sigi.
Getaran kuat juga dirasakan di sejumlah wilayah lain seperti Mamuju, Mamasa, Pasangkayu, Polewali Mandar, Pinrang, Parepare, Pohuwato hingga Gorontalo. Dampak gempa tidak hanya menimbulkan kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas dan bangunan.
Hingga kini belum ada data resmi mengenai total kerusakan yang terjadi. BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan perkembangan dampak yang ditimbulkan.
“BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa bumi susulan, dampak gempa bumi ini. Serta segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat,” ujar Wijayanto.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dampak dan kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan oleh BPBD bersama instansi terkait di wilayah terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....