PU Kejar Penyelesaian Sekolah Rakyat di Sragen, Progres Sudah 87 Persen

  • 17 Jun 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen telah mencapai 87,12 persen dan ditargetkan fungsional pada Juli 2026
  • Kementerian PU meminta penambahan tenaga kerja setelah jumlah pekerja
  • Pemerintah juga akan memperbaiki jalan akses sekitar proyek melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sragen telah mencapai 87,12 persen. Pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan tersebut sudah fungsional pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan untuk mengejar target penyelesaian. Menurutnya, capaian pembangunan di Sragen menunjukkan progres yang cukup baik dibanding sejumlah daerah lainnya.

Saat melakukan peninjauan, Dody mengaku memiliki cara tersendiri dalam memantau perkembangan proyek. Ia lebih memilih memeriksa bagian yang belum selesai dibandingkan area yang sudah terlihat rapi.

"Begitu keluar mobil, saya memang sengaja cari bagian yang belum selesai atau belum rapi. Tujuannya supaya kita bisa langsung diskusi, cari tahu masalahnya apa, dan segera cari solusinya," ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.

Meski progres pembangunan tergolong tinggi, Dody mencatat adanya tantangan berkurangnya jumlah pekerja saat momentum libur tradisi 1 Suro. Jumlah tenaga kerja yang semula sekitar 900 orang sempat menurun menjadi sekitar 600 orang.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian PU meminta penyedia jasa menambah kembali jumlah pekerja. Penambahan tenaga kerja dilakukan agar target penyelesaian proyek tidak mengalami keterlambatan.

"Strateginya tidak terlalu sulit karena sumber daya manusia di wilayah sekitar sini cukup banyak. Pekerjaan ini kita kejar 24 jam nonstop secara shift, kami encourage penyedia jasa untuk terus ngebut," ucapnya.

Kementerian PU menargetkan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat yang tersebar di 93 lokasi dapat berstatus fungsional pada akhir Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan agar gedung sekolah dapat digunakan saat dimulainya tahun ajaran baru pada Juli mendatang.

"Kita harapkan pada akhir Juni semuanya sudah fungsional. Jadi, adik-adik kita bisa mulai menempati sekolah barunya tepat di tahun ajaran baru, Juli 2026," kata Dody.

Selain pembangunan sekolah, pemerintah juga menyoroti kondisi jalan di sekitar proyek yang mengalami kerusakan akibat kendaraan bermuatan berat. Perbaikan jalan akses tersebut direncanakan masuk dalam Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026.

"Itu pasti kita atensi melalui program IJD tahun 2026, jalan-jalan akses di sekitar sekolah yang dilewati material ini akan kita perbaiki. Prinsipnya, pembangunan fasilitas ini tidak boleh meninggalkan infrastruktur jalan yang rusak," ujar Menteri PU.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....