Kementerian PU Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Banyuwangi
- 16 Jun 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Progres pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai hampir 80 persen dan ditargetkan selesai akhir Juni 2026
- Kementerian PU meminta penambahan tenaga kerja hingga 900-1.000 orang untuk mempercepat penyelesaian konstruksi
- Sekolah Rakyat Banyuwangi dirancang berstandar internasional dan ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi terus dipercepat menjelang tahun ajaran baru. Saat ini, progres konstruksi sekolah tersebut telah mendekati 80 persen.
“Ini sudah hampir 80 persen dengan total luas areanya 6,8 hektare. Kita sedang berupaya agar bisa selesai akhir Juni karena sebenarnya tinggal sedikit pekerjaan di bagian belakang,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut Dody, percepatan pembangunan terus dilakukan melalui penambahan tenaga kerja dan pelaksanaan pekerjaan secara paralel. Langkah tersebut ditempuh agar target operasional sekolah pada Juli 2026 dapat tercapai.
Ia meminta penyedia jasa menambah jumlah pekerja untuk mempercepat penyelesaian konstruksi. Kementerian PU juga akan terus memantau perkembangan pekerjaan melalui unit teknis terkait.
“Memang masalah di sini yang utama sebenarnya pekerja, makanya saya minta kepada penyedia jasa untuk menambah pekerjanya. Kalau sudah posisi seperti ini tidak bisa hanya 600 atau 700 orang, paling tidak 900 sampai 1.000 orang,” ujarnya.
Selain progres pembangunan, aspek keamanan kawasan juga menjadi perhatian pemerintah. Hal tersebut mengingat lokasi sekolah berada di dekat aliran sungai yang berpotensi terdampak banjir.
Dody juga mengatakan sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan untuk melindungi bangunan sekolah. Upaya tersebut meliputi pemasangan bronjong dan pembangunan tambahan dinding penahan air.
“Ada beberapa treatment khusus yang dilakukan. Sudah dipasang bronjong dan nanti akan ditambah lagi dinding penahan air,” katanya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektare dengan nilai kontrak Rp219,59 miliar. Pembangunan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Timur melalui penyedia jasa Nindya-Modern KSO.
Kawasan pendidikan tersebut dilengkapi gedung SD, SMP, dan SMA serta asrama siswa. Fasilitas pendukung lainnya meliputi rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, kantin, hingga lapangan sepak bola.
Dody menegaskan seluruh Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah dirancang dengan standar internasional. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Semua Sekolah Rakyat yang dibangun oleh Bapak Presiden standarnya adalah sekolah internasional. Beliau ingin memuliakan adik-adik kita dari keluarga prasejahtera dengan menyediakan sekolah yang megah dan berkualitas,” ucapnya.
Secara nasional, Kementerian PU tengah menyelesaikan pembangunan 93 Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Seluruh sekolah tersebut ditargetkan dapat berfungsi pada tahun ajaran baru Juli 2026 sebagai bagian pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....