Sekolah Rakyat Cikarang Ditargetkan Rampung sebelum Tahun Ajaran Baru
- 13 Jun 2026 15:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Progres pembangunan Sekolah Rakyat Cikarang telah mencapai 83 persen.
- Komisi V DPR meminta kualitas pembangunan tetap terjaga hingga selesai.
- Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem secara gratis.
RRI.CO.ID, Bekasi – Komisi V DPR RI menilai pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, berpeluang selesai sebelum tahun ajaran 2026/2027 dimulai. Saat ini, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai 83 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, usai Kunjungan Kerja Spesifik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ia meminta kualitas pembangunan tetap dijaga meski waktu pengerjaan relatif terbatas.
“Karena waktu pembangunan yang terbatas kami harapkan secara kualitas tidak ada penurunan dan harus dijaga kualitasnya. Kita ingin mitra yang terkait yaitu PT Brantas Abipraya dan Dirjen Prasarana Strategis terus melakukan pemantauan dan pengawasan,” ujarnya di Bekasi, Jumat, 12 Juni 2026.
Selain aspek pembangunan fisik, Huda menyoroti pentingnya penataan ruang yang terintegrasi. Menurutnya, konsep sekolah berasrama membutuhkan pengelolaan ruang yang matang agar kegiatan belajar berjalan optimal.
“Konsepnya boarding school, jadi butuh pengintegrasian yang cukup rapi. Nanti ada anak SD yang umur tujuh tahun sudah berasrama di sini, ini perlu dipikirkan,” katanya.
Ia menegaskan Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu. Program tersebut menyasar masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Fasilitas pendidikan itu akan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA secara gratis. Pemerintah berharap program tersebut dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI meninjau sejumlah fasilitas. Di antaranya ruang kelas, asrama putra dan putri, rumah susun guru, serta dapur.
Huda mengatakan masih terdapat beberapa pekerjaan perbaikan minor yang perlu diselesaikan. Ia berharap seluruh fasilitas dapat rampung sebelum proses serah terima dilakukan.
“Setelah meninjau kami rasa masih butuh perbaikan sedikit, mungkin perbaikan minor dan kami minta agar diselesaikan sebelum serah terima. Hal lainnya tentu kami ingin pembangunan ini selesai tepat waktu terutama gedung sekolah, rusun guru dan asrama putra-putri,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....