Satgas PRR Dorong Kampus Berperan dalam Pemulihan Pascabencana

  • 16 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mendorong keterlibatan perguruan tinggi
  • Dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang
  • Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Safrizal Zakaria Ali, mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana

RRI.CO.ID, Aceh Tamiang - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mendorong keterlibatan perguruan tinggi. Dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Safrizal Zakaria Ali, mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan pelayanan dan penguatan kesehatan bagi warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.

"Dalam kondisi darurat bukan masyarakat yang datang, tetapi tenaga kesehatan yang harus hadir mendatangi masyarakat. Ini merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat," kata Safrizal, Selasa, 16 Juni 2026.

Safrizal yang juga menjabat Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Syiah Kuala berharap model kolaborasi tersebut dapat diperluas ke wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatra. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan masyarakat melalui kontribusi ilmu pengetahuan, riset, dan pelayanan langsung di lapangan.

Ia juga meminta tim medis dan akademisi yang terlibat untuk menyampaikan berbagai temuan selama bertugas sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan pemulihan pascabencana. "Ilmu pengetahuan akan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Posko Satgas PRR per 8 Juni 2026, layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana menunjukkan perkembangan positif. Seluruh rumah sakit umum daerah dan puskesmas yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi normal.

Dari total 2.952 puskesmas pembantu di tiga provinsi terdampak, sebanyak 99,76 persen telah kembali berfungsi, sementara enam unit lainnya masih menggunakan fasilitas pengganti. Selain layanan kesehatan, Satgas PRR juga meninjau pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih bagi warga terdampak banjir.

Dalam kunjungannya ke Gampong Johar, Aceh Tamiang, Safrizal meninjau sumur bor yang telah dibangun Satgas PRR. Dan kini menjadi sumber air utama bagi masyarakat setempat.

Satgas PRR juga meninjau kondisi PDAM Mon Krueng Baro yang mengalami kerusakan akibat bencana. Untuk mendukung pemulihan layanan air bersih, Satgas akan menyalurkan bantuan 25 ton bahan penjernih air berstandar food grade guna memperkuat proses pengolahan air bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....