Pemerintah Pulihkan 9.931 Hektare Sawah di Sumatra
- 08 Jun 2026 22:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah merehabilitasi 9.931 hektare sawah di Sumatra untuk mempercepat program swasembada pangan pascabencana.
- Pemerintah mengalokasikan bantuan anggaran lebih dari satu triliun rupiah untuk memulihkan sektor pertanian daerah.
- Satgas PRR mengawal penyaluran dana bantuan pertanian yang telah terealisasi sebesar Rp877,126 miliar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah telah merehabilitasi 9.931 hektare sawah terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi wilayah Sumatra. Upaya pemulihan lahan pertanian tersebut bertujuan untuk menopang ketahanan serta menyukseskan swasembada pangan nasional.
Langkah ini didukung alokasi dana bantuan pemulihan ekonomi sebesar lebih dari satu triliun rupiah. Pemerintah memfokuskan program rehabilitasi tersebut pada pengembangan komoditas pertanian adaptif terhadap perubahan iklim daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengawal langsung proses pemulihan kawasan pertanian terdampak bencana tersebut. Pemulihan lahan pangan yang rusak merupakan fase rekonstruksi ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana alam.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari menteri, gubernur, hingga bupati dan wali kota, agar penanganan lahan pertanian terdampak bencana di tiga provinsi berjalan maksimal,” kata Amran saat meninjau rehabilitasi lahan di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat, dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra Muhammad Tito Karnavian turut bersuara. Rencana Induk (Renduk) dirancang menjadi acuan utama pemerintah untuk mengawal proses pemulihan fisik daerah.
“Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehab-rekon. Kuncinya adalah renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian/lembaga. Dokumen ini kemudian disandingkan oleh Bappenas dan dikawal oleh Satgas PRR,” ujar Tito seusai rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5).
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia merilis data perkembangan pemulihan lahan pada Senin, 8 Juni 2026. Laporan tertulis tersebut memaparkan rincian realisasi anggaran serta luasan sawah yang kini berhasil direhabilitasi.
Satgas PRR mencatat realisasi penyaluran dana bantuan sektor pertanian telah mencapai angka Rp877,126 miliar. Anggaran tersebut disalurkan khusus untuk perbaikan jaringan irigasi serta program optimalisasi lahan pertanian terdampak.
Pemerintah menetapkan total target pemulihan lahan terdampak bencana di tiga provinsi seluas 42.702 hektare. Seluruh program rekonstruksi fisik tersebut direncanakan selesai dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.
Upaya pemulihan lahan pertanian berkelanjutan juga difokuskan pada penguatan koperasi serta perluasan akses pasar. Skema strategis tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen bagi para petani lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....