BNPB: 2.706 KK Terdampak Banjir di Langkat Didampingi Petugas
- 09 Jun 2026 18:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB mencatat sebanyak 2.706 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
- Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memastikan, saat ini mereka berada dalam pendampingan penuh petugas.
- BNPB juga mengimbau masyarakat yang terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.706 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memastikan, saat ini mereka berada dalam pendampingan penuh petugas gabungan.
Ia mengatakan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur terkait telah bersiaga di lokasi sejak banjir merendam kawasan tersebut pada Senin (8/6). "Petugas di lapangan terus memantau situasi dan melakukan pendampingan kepada warga terdampak, termasuk mengantisipasi segala kebutuhan," kata Abdul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.
Banjir sebelumnya melanda Kelurahan Batang Serangan dan Desa Sei Bamban setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kondisi itu diperparah oleh meluapnya saluran drainase dan aliran sungai hingga menggenangi permukiman warga.
Ketinggian air saat banjir terjadi dilaporkan mencapai sekitar 50 hingga 80 sentimeter. Sehingga berdampak pada ribuan kepala keluarga di kawasan terdampak.
Menurut Abdul, kehadiran petugas gabungan di lapangan bertujuan memastikan keselamatan warga sekaligus memenuhi kebutuhan dasar para penyintas selama masa tanggap darurat. Kabar baiknya, kondisi banjir kini berangsur surut.
Berdasarkan laporan terbaru Tim Reaksi Cepat BPBD yang telah dikonfirmasi Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB, situasi di lokasi mulai kondusif dan aktivitas warga perlahan kembali normal. Meski demikian, BNPB belum menarik petugas dari lapangan.
Aparat gabungan masih disiagakan, terutama di kawasan pesisir dan bantaran sungai. Guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan akibat perubahan cuaca.
BNPB juga mengimbau masyarakat yang terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor kepada petugas di posko terdekat apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba yang berpotensi memicu banjir kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....