BNPB Catat Ratusan Warga Manado Mengungsi akibat Banjir

  • 30 Mei 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB mencatat sebanyak 747 warga mengungsi akibat banjir yang merendam sejumlah kawasan permukiman di Kota Manado
  • Banjir di Manado terjadi setelah saluran air meluap akibat tingginya intensitas hujan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 747 warga mengungsi akibat banjir yang merendam sejumlah kawasan permukiman di Kota Manado. Bencana terjadi setelah saluran air meluap akibat tingginya intensitas hujan.

Selain itu, sebanyak 968 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut. Jumlah itu berasal dari 314 kepala keluarga di wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan. "Sebanyak 215 kepala keluarga atau 747 jiwa terpaksa mengungsi, bahkan mereka berpindah ke lokasi yang dinilai lebih aman," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.

Luapan air menyebabkan sedikitnya 468 rumah warga terendam banjir. Ketinggian genangan bervariasi di sejumlah titik permukiman.

Wilayah terdampak tersebar di lima kelurahan pada empat kecamatan. Kawasan tersebut berada di berbagai titik Kota Manado.

Permukiman yang terdampak meliputi Kelurahan Pakowa dan Paal IV. Selain itu, Dendengan Dalam, Komo, dan Ternate Tanjung juga terendam.

Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut sejak Jumat sore. Warga perlahan kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan lingkungan.

Material lumpur masih terlihat di sejumlah kawasan permukiman. Pembersihan dilakukan warga bersama petugas di lapangan.

BNPB memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Penanganan dilakukan melalui koordinasi petugas gabungan.

"Penanganan logistik dan tempat penampungan darurat telah diakomodasi. Kebutuhan dasar warga terus menjadi perhatian petugas," ujarnya.

Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi di lokasi terdampak. Upaya pemulihan dilakukan agar aktivitas masyarakat segera kembali normal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....