BPBD Bangkalan Petakan 17 Desa Berpotensi Kekeringan Ekstrem

  • 07 Jun 2026 21:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Bangkalan memetakan sebanyak 17 desa di tiga kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.
  • BPBD menyebut sekitar 15.789 kepala keluarga (KK) di Bangkalan berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
  • BPBD Bangkalan juga mengimbau masyarakat di daerah rawan kekeringan untuk mulai menghemat penggunaan air.

RRI.CO.ID, Bangkalan - BPBD Bangkalan, Jawa Timur, memetakan sebanyak 17 desa di tiga kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem selama musim kemarau tahun ini. Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M Zainul Qomar mengatakan pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil kajian lapangan serta laporan yang disampaikan oleh pemerintah desa kepada BPBD.

“Ini berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan. Dan berdasarkan laporan kepala desa yang disampaikan kepada BPBD Kabupaten Bangkalan,” ujar Qomar di Bangkalan, Minggu 7 Juni 2026.

Menurutnya, 17 desa yang masuk kategori berpotensi mengalami kekeringan ekstrem tersebar di Kecamatan Konang, Geger, dan Kokop. Rinciannya, lima desa berada di Kecamatan Konang, sementara Kecamatan Geger dan Kecamatan Kokop masing-masing memiliki enam desa yang rawan terdampak.

Selain itu, BPBD juga mengidentifikasi 10 desa lainnya yang berpotensi mengalami kekeringan. Namun, tingkat kerawanannya dinilai tidak separah 17 desa tersebut karena masih memiliki sumber air alternatif berupa sumur milik warga.

“Hanya saja, potensi kekeringan di 10 desa tidak separah di 17 desa. Karena sumber mata air milik warga seperti sumur masih tersedia,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, sekitar 15.789 kepala keluarga (KK) di Bangkalan berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. BPBD Bangkalan telah menyiapkan cadangan awal sebanyak 300.000 liter air bersih yang siap disalurkan secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan.

Qomar menjelaskan, distribusi bantuan air bersih akan dilakukan berdasarkan laporan dari pemerintah desa. Warga yang mengalami kesulitan air bersih diminta melapor kepada perangkat desa setempat, yang selanjutnya akan mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD.

“Prosedurnya, warga yang membutuhkan bantuan melaporkan kepada aparat desa. Dan aparat desa nanti yang akan menghubungi kami untuk bantuan distribusi air bersih tersebut,” kata Qomar.

BPBD Bangkalan juga mengimbau masyarakat di daerah rawan kekeringan untuk mulai menghemat penggunaan air. Serta memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijak selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....