BPBD Jatim Siapkan Antisipasi Kekeringan Hadapi Kemarau Panjang El Nino 'Godzilla'
- 08 Apr 2026 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Jatim siapkan langkah antisipasi kekeringan dan karhutla menghadapi kemarau panjang 2026 akibat El Nino 'Godzilla'.
- Puncak kemarau di Jawa Timur diprediksi oleh BMKG terjadi pada Agustus, daerah diminta tetapkan status siaga.
- Logistik disiapkan dan informasi publik dibuka 24 jam melalui kanal resmi BPBD.
RRI.CO.ID, Jakarta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang 2026. Persiapan ini dilakukan untuk meminimalkan dampak kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan akibat Godzilla El Nino.
Analis Kebencanaan Ahli BPBD Jawa Timur, Heru Bowo, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah provinsi dan BNPB. Rapat tersebut membahas kesiapan menghadapi kekeringan dan karhutla.
“BPBD Provinsi Jawa Timur sudah menggelar rakor bersama Ibu Gubernur dan BNPB terkait persiapan kekeringan maupun karhutla 2026. Sudah dibuat untuk langkah-langkah antisipasi berkaitan kekeringan itu,” ujar Heru dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Heru, BPBD juga telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten dan kota. Surat tersebut berisi instruksi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Kita berdasarkan dari kondisi BMKG bahwa nanti insyaallah kemarau itu di wilayah Jawa Timur akan jatuh dibulan di April hingga Juni. Kemudian di puncak-puncaknya diperkirakan akan jatuh pada bulan Agustus,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah diminta segera menetapkan status siaga darurat. Penetapan status ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Selain itu, BPBD Jawa Timur juga menyiapkan berbagai kebutuhan logistik. Di antaranya tangki air bersih dan pompa air untuk wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.
“Di provinsi Jawa Timur terkait dengan peralatan logistik sudah disiapkan. Kami menyiapkan peralatan logistik seperti tangki air bersih dan pompa air di setiap desa atau kecamatan yang terdampak,” ujarnya.
Heru menyebut, pihaknya telah mengumpulkan data potensi kekeringan dari 38 kabupaten dan kota. Hingga kini, sebanyak 27 daerah telah melaporkan kondisi dan potensi kerawanan di wilayahnya.
BPBD juga menginstruksikan pemantauan rutin di titik-titik rawan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran di wilayah dengan tingkat risiko rendah hingga tinggi.
Untuk penanganan awal, BPBD Jawa Timur akan melakukan dropping air bersih. Bantuan ini ditujukan bagi daerah yang mulai mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
“Juga nanti langkah-langkah pertama kali di Jawa Timur terkait dengan kekeringan tersebut kita adakan dropping air bersih. Untuk antisipasi diadakan dropping air bersih kepada Kabupaten-Kota di Jawa Timur yang rawan,” ucapnya.
Di sisi lain, BPBD memastikan masyarakat tetap dapat mengakses informasi resmi. Informasi terkait penanganan kekeringan tersedia melalui kantor BPBD provinsi maupun kabupaten/kota.
Dengan berbagai langkah tersebut, BPBD Jawa Timur berharap dampak kemarau panjang dapat ditekan. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....