ITC dan IFM 2026, Perkuat Kolaborasi Industri Tekstil dan Alas Kaki
- 03 Jun 2026 02:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pameran Industri Tekstil dan Pakaian Internasional Indonesia (ITC) serta Pameran Industri Mesin
- Serta Material Alas Kaki Internasional Indonesia (IFM) 2026 akan digelar pada 18–20 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026
- Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional
RRI.CO.ID, Tangerang - Pameran Industri Tekstil dan Pakaian Internasional Indonesia (ITC) serta Pameran Industri Mesin. Serta Material Alas Kaki Internasional Indonesia (IFM) 2026 akan digelar pada 18–20 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional. Sekaligus memperluas kerja sama bisnis di kawasan Asia Tenggara.
Pameran tersebut akan mempertemukan berbagai pelaku industri, mulai dari produsen, pemasok, penyedia teknologi, asosiasi industri, investor. Hingga pembeli dari Indonesia, negara-negara ASEAN, Tiongkok, dan pasar internasional lainnya.
Managing Director PT Indonesia Mass Event Management, Chong Chong Tik mengatakan ajang IES 2026 ini serupa dengan Canton Fair yang merupakan pameran terbesar di Cina yang diselenggarakan dua tahun sekali.
“Produk-produk yang dibawa ke Indonesia adalah teknologi yang terbarukan. Harapannya agar Indonesia dapat bersaing di pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Owner merek sepatu terkemuka Yongki Komaladi mengatakan adanya ajang ini bisa membuat perusahaan lokal Indonesia sejajar dengan perusahaan luar negeri.
Ia menyebut banyak orang luar negeri yang datang ke Indonesia. Meski begitu ia pun tak memungkiri adanya persaingan dengan negara seperti Malaysia, Taiwan hingga Cina.
“Ini jadi kesempatan untuk melihat apa sih perubahan mereka seperti perubahan dalam hal mesin, mental, dan cara produksi, itu yang kita harapkan di acara ini. Saya berharap dengan adanya acara ini, kita bisa sejajar dengan perusahaan yang ada di Malaysia, walaupun ada yang baru belajar tidak masalah,” katanya.
Sedangkan Direktur PT Solindo, Chairul Umaiya mengatakan bahwa pameran ini menjadi sarana pertemuan untuk produsen, buyer, distributor, investor hingga mitra dagang di berbagai negara. Ia pun berharap acara ini bisa menjadi pasar global serta mendapat dukungan dari pemerintah agar industri di Indonesia bisa berkembang lebih jauh.
“Harapannya bisa sama-sama memajukan industri, tidak masalah dengan adanya teknologi dari Malaysia, Tiongkok atau Taiwan. Harusnya terus mempromosikan produk kita ke pasar dunia,” ucapnya
Diketahui penyelenggara menyebut ITC dan IFM 2026 dirancang sebagai platform yang mendorong pencocokan bisnis (business matching), transfer teknologi, peluang investasi. Serta kemitraan strategis guna mendukung pertumbuhan industri tekstil, garmen, dan alas kaki yang semakin kompetitif di era transformasi digital.
Seiring meningkatnya posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur utama di Asia Tenggara, sektor tekstil dan alas kaki dinilai masih memiliki peran penting. Dalam mendorong pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan ekspor nasional.
Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat berbagai inovasi dan teknologi terbaru, mulai dari mesin dan peralatan tekstil, teknologi jahit, bordir dan rajut, solusi pencetakan dan pewarnaan digital, sistem manufaktur cerdas. Hingga teknologi produksi alas kaki berkelanjutan.
Selain itu, IFM 2026 juga menghadirkan berbagai teknologi pendukung industri alas kaki, seperti mesin manufaktur sepatu, teknologi pengolahan kulit, bahan dan komponen alas kaki, perekat dan bahan kimia. Hingga solusi desain berbasis CAD/CAM serta manufaktur digital.
Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta dan pengunjung juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti seminar teknis, forum bisnis. Serta sesi diskusi bersama para pelaku industri dan pakar manufaktur.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi baru sekaligus memperkuat jaringan bisnis lintas negara.
Pameran ini ditargetkan menarik ribuan pengunjung profesional dari berbagai sektor, termasuk produsen tekstil dan alas kaki, pemilik merek, manajer produksi, importir, eksportir, distributor, asosiasi industri, instansi pemerintah, hingga investor dan delegasi bisnis internasional.
Dengan partisipasi perusahaan-perusahaan terkemuka dari dalam dan luar negeri, ITC dan IFM 2026 diharapkan menjadi salah satu ajang industri terbesar yang mampu memperluas akses pasar, memperkuat kerja sama regional. Serta mendukung transformasi industri manufaktur Indonesia menuju era yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Pameran ITC dan IFM 2026 akan berfokus pada sektor tekstil, pakaian, mesin alas kaki, material pendukung, teknologi manufaktur, otomasi industri. Saerta solusi pabrik pintar (smart factory) yang menjadi tren utama industri global saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....