Angkat Isu Lingkungan, Beacon Academy Gelar Pameran PYP Exhibition 2026

  • 23 Mei 2026 07:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Beacon Academy menggelar PYP Exhibition 2026 sebagai puncak pembelajaran siswa kelas lima yang menampilkan berbagai proyek kreatif bertema lingkungan dan sosial berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
  • Pihak sekolah menekankan pentingnya pembelajaran berbasis riset, kolaborasi, dan refleksi untuk membentuk siswa yang kritis, percaya diri, serta memiliki kepedulian terhadap isu di masyarakat.
  • Kegiatan ini juga menampilkan beragam karya siswa, mulai dari gerakan kebersihan lingkungan, edukasi pemilahan sampah, kampanye hidup sehat, hingga penggalangan dana untuk masyarakat kurang mampu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Beacon Academy menggelar pameran PYP Exhibition 2026 sebagai puncak pembelajaran peserta didik kelas lima. Kegiatan ini menampilkan berbagai proyek kreatif siswa yang berfokus pada isu lingkungan, dan sosial.

Kepala Sekolah SD Beacon Academy, Cheryl Shah mengatakan kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk memahami isu nyata. Selain itu, siswa juga diajak berkontribusi melalui aksi sederhana yang berdampak positif bagi masyarakat.

"Melalui proses inquiry, riset, kolaborasi, dan refleksi, siswa belajar memahami isu-isu nyata yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals. Serta bagaimana mereka dapat berkontribusi positif bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia mengaku bangga melihat perkembangan siswa yang semakin percaya diri dalam menyampaikan ide serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. "Kami sangat bangga melihat perkembangan siswa menjadi komunikator yang lebih percaya diri, dan pemikir kritis," katanya.

Sementara itu, Pembimbing Akademik Beacon Academy, Arvind Chalasani menilai pendidikan tidak hanya soal akademik. Tetapi juga membentuk karakter, empati, dan rasa tanggung jawab sosial siswa.

"Kami percaya bahwa pendidikan harus mampu membentuk generasi muda yang memiliki empati dan rasa tanggung jawab. Adapun keberanian untuk mengambil tindakan nyata," ujar Arvind Chalasani.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar bahwa langkah kecil mampu membawa perubahan positif bagi masa depan. Hal itu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian sejak usia sekolah.

Untuk diketahui, karya yang ditampilkan oleh siswa kelas lima merupakan hasil riset mengenai berbagai persoalan global. Terutama yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan.

Beragam karya yang ditampilkan meliputi gerakan kebersihan lingkungan, dan edukasi pemilahan sampah. Adapun kampanye hidup sehat, hingga penggalangan dana untuk masyarakat kurang mampu.

Salah satu proyek yang menarik perhatian dibawakan oleh siswi kelas lima, Alia Aswani. Siswi tersebut mengangkat tema dampak aktivitas manusia terhadap keberlanjutan ekosistem laut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....