Pameran Keris Nasional 2026 jadi Ruang Edukasi Budaya bagi Generasi Muda

  • 24 Mei 2026 10:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menbud Fadli mendorong generasi muda untuk mengenal dan mengapresiasi keris melalui Pameran Keris Nasional 2026 yang digelar di Museum Pusaka TMII sebagai sarana edukasi dan literasi budaya.
  • Pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga membuka kesempatan koleksi keris dengan melibatkan para kolektor, sekaligus menampilkan keris dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa hingga Lombok.
  • Keris saat ini dipahami sebagai karya adiluhung yang terus berkembang melalui kreativitas empu masa kini, sekaligus sarat nilai filosofi dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon berharap generasi muda dapat semakin mengapresiasi keris Indonesia. Ia mengatakan, salah satu cara agar generasi muda dapat mampu memahami keris adalah dengan datang ke pameran-pameran keris.

Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meresmikan Pameran Keris Nasional dalam rangka peringatan Hari Keris Nasional 2026. Pameran ini digelar di Museum Pusaka TMII, Jakarta Timur dan berlangsung pada 23 Mei - 28 Juni 2026.

"Kita harapkan mudah-mudahan bisa menarik generasi muda untuk memahami, mengapresiasi keris. Baik itu keris-keris sepuh, keris-keris tua maupun keris-keris baru," katanya kepada wartawan usai acara Peringatan Hari Keris Nasional 2026, Museum Pusaka TMII, Jakarta Timur, Sabtu malam, 23 Mei 2026.

Ia mengatakan pameran tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengoleksi keris. Karena sejumlah kolektor turut menghadirkan koleksinya.

Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga dilengkapi dengan edukasi dan literasi budaya. "Ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengoleksi keris langsung di tempat ini," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa kekayaan budaya keris sangat luas dan tersebar di berbagai wilayah. Keris tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga berkembang ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Lombok.

Ia menegaskan keris saat ini tidak hanya dipandang sebagai benda pusaka. Tetapi juga sebagai karya adiluhung yang terus dikembangkan oleh para empu masa kini.

Ia menyebut keris kontemporer sebagai hasil kreativitas maestro yang tetap berakar pada tradisi. "Ini karya adiluhung yang diciptakan oleh maestro-maestro dan empu-empu yang ada sekarang," ujarnya.

Ia berharap Pameran Keris Nasional 2026 dapat menggugah minat generasi muda untuk semakin mengapresiasi keris. Baginya, keris telah diakui sebagai WBTb UNESCO sehingga perlu terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Paguyuban Adopsi Keris Indonesia (Paksi) memiliki cara tersendiri dalam memperkenalkan keris kepada generasi muda. Salah satunya dengan melihat keris sebagai pusaka warisan budaya leluhur tak sebatas dari unsur klenik yang dimilikinya.

"Keris itu mengandung nilai filosofi tinggi. Mereka menggambarkan kehidupan manusia," kata Ketua Umum Paksi Andry Wijaya saat ditemui wartawan di sela-sela Pameran Tosan Aji, Ciputra Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam, 4 Mei 2013 lalu.

Menurutnya, pembuatan keris sebenarnya mengandung arti sesuatu yang sebelumnya tidak berarti apa-apa. Akan tetapi setelah melewati tempaan dan proses yang panjang menjadi hasil seni yang indah dan hebat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....