Kementan Perkuat Pengawalan Sentra Pangan Merauke Jaga Produktivitas Pertanian

  • 01 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawalan sentra produksi pangan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan
  • Guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi dampak dinamika iklim terhadap sektor pangan nasional
  • Penguatan pengawalan dilakukan melalui pemantauan langsung kondisi pertanaman dan panen di sejumlah kawasan produksi padi, termasuk di Distrik Tanah Miring dan Distrik Semangga

RRI.CO.ID, Merauke - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawalan sentra produksi pangan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi dampak dinamika iklim terhadap sektor pangan nasional.

Penguatan pengawalan dilakukan melalui pemantauan langsung kondisi pertanaman dan panen di sejumlah kawasan produksi padi, termasuk di Distrik Tanah Miring dan Distrik Semangga. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kementan, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, serta kelompok tani setempat.

“Kami terus memperkuat pengawalan sentra produksi pangan nasional di Merauke. Guna menjaga keberlanjutan produksi di tengah dinamika iklim yang terjadi,” kata Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto, Senin, 1 Juni 2026.

Menurut Hermanto, pengawalan lapangan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar berbagai potensi kendala produksi dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. Hasil pemantauan menunjukkan terdapat penurunan produksi di beberapa lokasi.

Namun kondisi tersebut dinilai tidak signifikan dan tidak mengarah pada gagal panen atau puso. “Kami turun langsung untuk memetakan penyebab penurunan produksi, dari hasil peninjauan, memang ada penurunan, namun tidak signifikan dan bukan gagal panen total,” ujarnya.

Kementan menilai tingginya curah hujan pada musim rendengan menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian.

Untuk itu, berbagai langkah mitigasi terus diperkuat, mulai dari optimalisasi jaringan irigasi, penggunaan varietas tanaman yang adaptif terhadap genangan, pendampingan budidaya oleh penyuluh. Hingga penguatan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu.

Selain itu, Kementan bersama pemerintah daerah juga terus memastikan ketersediaan sarana pengendalian OPT yang sesuai dengan kondisi lapangan. Guna menjaga kesehatan tanaman pada periode curah hujan tinggi.

Hermanto menegaskan koordinasi antara petani, penyuluh, dan dinas terkait menjadi faktor penting. Dalam mencegah terjadinya ledakan serangan hama yang dapat mengganggu produksi pangan.

“Hama memang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Tetapi sangat bisa dikendalikan agar tidak berkembang menjadi serangan yang lebih besar,” ucapnya.

Ke depan, Kementan akan terus memperkuat pengawalan sentra-sentra pangan strategis nasional melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian di Merauke sekaligus mendukung target ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....