Disdukcapil Bekasi Rekrutmen Penyelia Operator Adminduk Tingkat Kecamatan

  • 27 Mei 2026 00:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Disdukcapil Kota Bekasi melakukan rekrutmen Penyelia Operator Adminduk Tingkat Kecamatan.
  • Rekrutmen dilakukan dengan metode Open Bidding mengacu pada sistem rekrutmen pejabat yang selama ini digunakan Wali Kota Bekasi.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi tengah melakukan rekrutmen penyelia (supervisor) operator Administrasi Kependudukan (Adminduk) tingkat kecamatan. Rekrutmen ini ditujukan untuk mengganti para penyelia yang kinerjanya tidak maksimal selama tiga bulan berturut-turut.

Menurut Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rachmat Hidayat, mengatakan pergantian penyelia agar layanan adminduk di tingkat kecamatan tetap maksimal. Sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik.

"Penyelia operator ini kami lakukan evaluasi secara rutin setiap triwulan, kami membuat sistem penilaian dibuat tiga tertinggi dan terendah. Apabila ditemukan penyelia yang nilainya selalu rendah selama tiga bulan berturut-turut maka akan kami ganti," katanya, di sela-sela proses rekrutmen Penyelia Operator Adminduk Tingkat Kecamatan di Kantor Disdukcapil Kota Bekasi, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia juga menjelaskan, dalam proses rekrutmen pihak Disdukcapil menggunakan metode rekrutmen terbuka atau open bidding. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 50 orang PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dengan kriteria yang telah ditentukan.

Dari 50 orang peserta seleksi nantinya akan diseleksi menjadi 10 orang terbaik. Untuk selanjutnya mengikuti sesi wawancara untuk diambil tiga besar terbaik untuk mengisi dua posisi kosong.

Ia menegaskan, metode open bidding dipilih mengacu pada pola penempatan pejabat yang selama ini dilakukan oleh Pemkot Bekasi. Sebab melalui metode tersebut seseorang bisa diukur seberapa jauh kompetensi atau kemampuannya.

"Kami mengadaptasi apa yang dilakukan Pa Wali Kota, Pa Wali Kota kalau mencari pejabat terbaik dengan cara open bidding. Jadi kami ikuti juga karena kalau kita pakai metode manajemen talenta agak susah karena kapasitas SDM masih kurang," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....