CSR IMIP Perkuat Kemandirian Ekonomi Petani Morowali
- 24 Mei 2026 09:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- CSR IMIP Perkuat Kemandirian Ekonomi Petani Morowali
RRI.CO.ID, Morowali — PT Indonesia Morowali Industrial Park mendorong pembangunan berkelanjutan melalui program pemberdayaan masyarakat. Program itu juga memperkuat kemandirian ekonomi petani lokal di Morowali.
Program pemberdayaan difokuskan pada penguatan hubungan antara industri dan masyarakat sekitar. Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Head of Department CSR PT IMIP, Tommy Adi Prayogo, mengatakan pembinaan petani terus dilakukan secara intensif. Pendampingan mencakup teknik budi daya dan manajemen kelompok tani.
Tim CSR juga membantu petani memenuhi standar kualitas kebutuhan Central Kitchen kawasan industri. Pendekatan itu sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Program ini dapat meningkatkan kualitas hasil tani yang ramah lingkungan. Integrasi petani ke rantai pasok industri menghadirkan transparansi dan kepastian pasar,” kata Tommy, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurut Tommy, pola kemitraan terstruktur membantu petani memahami sistem distribusi yang lebih profesional. Kondisi itu mengurangi ketergantungan petani terhadap pasar tradisional yang fluktuatif.
Program tersebut telah melibatkan dua kelompok tani sebagai pemasok kawasan IMIP. Kedua kelompok itu ialah Kelompok Tani Berkah Mombula dan Kelompok Tani Sukamaju.
Sejak 2022, IMIP menjalankan pelatihan sistem pertanian terintegrasi bagi petani lokal. Pendampingan juga dilakukan melalui bantuan sarana dan penguatan akses pasar.
Kemitraan dengan IMIP dinilai menjamin serapan hasil pertanian masyarakat. Program tersebut juga menciptakan nilai ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi petani.
“Kelompok Tani Berkah Mombula mulai menjadi pemasok sejak 2023. Intensitas pengiriman mencapai empat hingga lima kali setiap bulan,” ujar Tommy.
Tommy menjelaskan Kelompok Tani Sukamaju mulai memasok hasil pertanian sejak April 2025. Intensitas pengiriman kelompok itu mencapai dua hingga tiga kali per bulan.
Kelompok Tani Berkah Mombula telah menyuplai 40,28 ton komoditas hortikultura ke kawasan IMIP. Komoditas tersebut meliputi cabai, sayuran hijau, dan tomat.
Pendapatan kelompok itu tercatat Rp79,58 juta pada 2023. Nilainya sempat turun menjadi Rp33,93 juta sepanjang 2024.
Pada 2025, pendapatan kelompok meningkat signifikan menjadi Rp485,47 juta. Kondisi itu menunjukkan fase adaptasi sebelum mencapai skala usaha optimal.
Sementara itu, Kelompok Tani Sukamaju mencatat serapan komoditas mencapai 30,31 ton. Pendapatan kelompok tersebut mencapai Rp311,79 juta sepanjang 2025.
IMIP memastikan program pemberdayaan tetap mengedepankan praktik pertanian ramah lingkungan. Perusahaan juga berupaya memperluas inklusi bagi lebih banyak kelompok masyarakat.
“Ke depan, IMIP menargetkan perluasan jumlah kelompok tani binaan. Kami berharap kawasan industri menjadi katalis transformasi ekonomi lokal yang inklusif,” kata Tommy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....