Gempa M 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, BMKG: Takk Berpotensi Tsunami

  • 23 Mei 2026 21:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Sabtu 23 Mei 2026 pukul 19.40 WIB.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
  • Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal dipicu aktivitas subduksi lempeng.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Sabtu 23 Mei 2026 pukul 19.40 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Wijayanto.

BMKG mencatat gempa berpusat pada koordinat 4,67 derajat Lintang Selatan dan 102,58 derajat Bujur Timur. Episenter gempa berada di laut, sekitar 44 kilometer barat daya Bengkulu Selatan, dengan kedalaman 15 kilometer.

Menurut Wijayanto, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal. Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," katanya.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Bengkulu Selatan, Kaur, dan Seluma, gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI, yang berarti getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

Sementara itu, di Kepahiang, Rejang Lebong, dan Musi Rawas, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Yakni, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti saat sebuah truk besar melintas.

Hingga Sabtu malam, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. Selain itu, pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Serta terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....