Memperingati 28 Tahun Reformasi, Aktivis 98 Gelar Konsolidasi di Bekasi

  • 21 Mei 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hadir dalam kegiatan tersebut para aktivis 98 dari berbagai latar belakang baik politisi, birokrat hingga pengusaha.
  • Konsolidasi para aktivis 98 digelar untuk menyikapi situasi terkini Indonesia sekaligus mengenanng Reformasi 98.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi-Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) melakukan konsolidasi di Kota Bekasi. Konsolidasi tersebut digelar dalam rangka memperingati gerakan Reformasi 21 Mei 1998 yang kini tepat berusia 28 tahun.

Adapun kegiatan tersebut digelar di Gedung Creative Center Kota Bekasi di Bekasi Timur, Kamis, 21 Mei 2026. Para aktivis 98 dari berbagai latar belakang mulai dari politisi, birokrat, pengusaha hadir dalam kesempatan tersebut.

Menurut Ketua Umum Pena Pusat 98, Tumpak Sidabutar, mengatakan kondisi ekonomi Indonesia maupun kebijakan pemerintah hari ini perlu mendapat perhatian serius. Hal ini penting agar peristiwa Reformasi 1998 tidak lagi terulang.

Ia mengatakan, situasi bangsa harus dijaga bersama melalui komunikasi dan gerakan moral yang konstruktif. Sehingga Pena 98 sebagai wadah berkumpulnya aktivis 98 saat ini tengah mencoba membuat format gerakan baru.

“Kita mencoba menyusun formulasi terbaik untuk membangun sebuah gerakan baru. Mudah-mudahan bukan hanya didukung oleh kawan-kawan 98 yang dulu sama-sama berjuang, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan rakyat Indonesia,” kata Tumpak kepada wartawan, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan terjadinya Reformasi 1998 disebabkan tekanan kondisi ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat saat itu. Oleh sebab itu, pemerintah diminta lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

“Kalau pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti kenaikan BBM dan sebagainya, itu sebenarnya sudah menjadi warning. Jangan sampai kejadian 98 terulang kembali. Harapan kita tentu situasi bangsa tetap kondusif,” katanya.

Tumpak menegaskan bahwa konsolidasi yang dilakukan Pena 98 di Kota Bekasi bukan bertujuan membangun perlawanan kepada pemerintah. Melainkan sebagai pengingat sejarah dan titik awal membangun komunikasi antar elemen aktivis reformasi.

“Bukan dalam kerangka melawan, pertemuan ini menjadi titik awal komunikasi ke depan. Ini bagian dari silaturahmi aktivis 98,” katanya.

Ketua Panitia Acara Pena 98, Hari Setiawan mengatakan, agenda konsolidasi juga menjadi langkah awal bagi para aktivis. Untuk kembali menyatukan persepsi para aktivis reformasi dalam melihat tantangan bangsa ke depan.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan digelar rembuk nasional dengan skala yang lebih luas. Yakni apabila situasi negara dinilai membutuhkan konsolidasi lebih luas.

“Kita mau coba kumpulkan semua dari titik awal, kita bangun kembali supaya persepsinya sama. Kalau memang harus mengulang rembuk nasional lagi, langkah itu tetap akan dilakukan atas nama teman-teman 98,” ujarnya.

Sekadar informasi, kegiatan konsolidasi para aktivis 98 juga diisi dengan nonton bareng film tentang reformasi 98 dan juga diskusi. Momen tersebut juga sekaligus mengenang perjuangan Reformasi 1998 sebagai tonggak perubahan demokrasi di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....