Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Targetkan 200 Bank Sampah Baru di Tahun 2026

  • 20 Mei 2026 22:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menargetkan pembentukan bank sampah baru sebanyak 200 unit tahun 2026 ini.
  • Target bank sampah baru di 2026 sebanyak 200 unit lebih banyak dibandingkan 2025 lalu yang hanya 50 unit.
  • Saat ini total keseluruhan bank sampah di seluruh Kabupaten Bekasi baru mencapai 482 unit.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menargetkan pembangunan sebanyak 200 bank sampah baru di tahun 2026 ini. Rencananya bank sampah baru tersebut akan dibangun di setiap RW yang ada di Kabupaten Bekasi.

Menurut Katim Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, mengatakan target tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2025. Tahun lalu target bank sampah baru di 80 unit.

Ia juga mengatakan, bank sampah yang dibangun di tahun 2025 terus mendapat pendampingan dari DLH Kabupaten Bekasi. Sehingga bank sampah tersebut mampu beroperasi secara mandiri, optimal, dan berkelanjutan.

Ia merinci untuk saat ini total keseluruhan bank sampah yang ada di Kabupaten Bekasi jumlahnya mencapai 482 unit. Dari jumlah tersebut DLH melakukan evaluasi berkala termasuk revitalisasi terhadap unit yang pasif agar seluruhnya dapat beroperasi secara konsisten.

“Target jangka panjang kami adalah mewujudkan Satu RW Satu Bank Sampah di seluruh Kabupaten Bekasi. Secara bertahap kami terus membangun bank sampah baru setiap tahunnya," katanya, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia mengatakan, dalam segi pembinaan, beberapa hal dilakukan oleh DLH Kabupaten Bekasi. Mulai dari memberikan pelatihan manajemen, pendampingan pemilihan dan penimbangan sampah, pembentukan struktur organisasi, hingga studi tiru.

Nurul juga mengatakan, keberadaan bank sampah merupakan upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya (hulu). Sehingga dapat mereduksi volume sampah langsung dari hulu secara terintegrasi.

"Kami berharap budaya memilah sampah dapat menjadi gaya hidup masyarakat. Sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah berbasis circular economy menuju konsep zero waste," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....