Jamin Layak Konsumsi, Tangsel Terjunkan 108 Pemantau Hewan Kurban

  • 19 Mei 2026 15:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengerahkan 108 tim pemantau hewan kurban selama Iduladha 1447 Hijriah
  • Tim gabungan ini berperan penting dalam pantau sekaligus memastikan kondisi kesehatan ternak kurban terkait sehat, layak dan halal dikonsumsi

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengerahkan 108 tim pemantau hewan kurban selama Iduladha 1447 Hijriah. Tim gabungan ini berperan penting dalam pantau sekaligus memastikan kondisi kesehatan ternak kurban terkait sehat, layak dan halal dikonsumsi.

Sebanyak 108 orang tim pengawas terdiri dari 54 sarjana muda koasisten sebelum menjadi dokter hewan. Sisanya merupakan kader-kader di 54 kelurahan yang tersebar pada tujuh kecamatan di Kota Tangsel.

“Jadi nanti satu tim itu ada kader dan ada dokter hewan untuk keliling. Mereka ditempatkan setiap satu kelurahan,” ujar Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar, Selasa 19 Mei 2026.

Menurutnya, tim bertugas mengawasi selama pra hingga pascapenyembelihan hewan ternak kurban. Sebelum penyembelihan di masjid, musala dan lainnya tim ingin memastikan kondisi hewan ternak kurban sehat.

Kemudian, sambung Pipit, saat penyembelihan tim monitoring pastikan ada atau tidaknya organ ternak layak dikonsumsi. Biasanya temuan cacing pita pada jeroan sapi atau kambing yang tidak dapat terdeteksi ketika ternak belum disembelih.

Dinas Ketahanan pangan, pertanian dan perikanan Kota Tangsel, lanjutnya, sebelum Hari Raya Iduladha, juga keliling ke lapak-lapak penjual hewan ternak kurban. Kambing, domba, sapi dan atau kerbau yang dijual harus bebas dari penyakit mulut dan kuku.

Penyakit-penyakit yang muncul biasanya akibat diangkut transportasi seperti mata merah, belekan atau kelelahan. Hewan ternak kurban tersebut langsung diberikan obat tetes mata dan sampai hari penyembelihan sudah layak potong.

“Lapak penjual dan atau hewan yang sudah diperiksa dan dinyatakan lengkap dipasangi stiker atau tanda. Jadi pembeli merasa aman,” kata Pipit.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnis mengaku telah melakukan inspeksi langsung ke berbagai tempat penyelenggaraan dan penjualan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang Hari Raya Iduladha agar masyarakat merasa aman dan tenang dalam membeli hewan kurban.

Benyamin menjelaskan tim pemeriksa turun ke sejumlah lokasi untuk memastikan kondisi kesehatan hewan ternak yang diperjualbelikan. Pemeriksaan meliputi pengecekan fisik hewan, kebersihan kandang, hingga dokumen kesehatan dari daerah asal ternak.

“Inspeksi ke tempat-tempat penyelenggaraan hewan kurban. Sampai saat ini belum ditemukan adanya PMK, penyakit mulut dan kuku,” ucapnya.

Ia menegaskan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi hewan kurban di Tangsel masih dalam keadaan aman dan terkendali. Pemkot Tangsel, lanjut Benyamin, terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mencegah potensi penyebaran penyakit hewan.

Menurutnya, hewan kurban yang diperiksa terdiri dari berbagai jenis ternak yang umum dipilih masyarakat saat Iduladha.

“Dari hewan kurban yang ada di Tangerang Selatan baik sapi, kambing, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia mengatakan sebagian besar hewan kurban yang masuk ke Tangsel berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Distribusi hewan ternak tersebut telah melalui pengawasan kesehatan sebelum dikirim ke lokasi penjualan.

Ia menyebutkan hewan-hewan tersebut didatangkan dari sejumlah wilayah penghasil ternak. “Hewan kurban yang datang dari luar daerah, dari Jawa Tengah, dari DIY, kemudian ada dari Banten juga,” ucapnya.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas memberikan edukasi kepada pedagang agar menjaga kebersihan lingkungan kandang dan memperhatikan kondisi hewan selama masa penjualan berlangsung. Ben menyebut jenis hewan kerbau tidak ditemukan dalam pendataan hewan kurban di wilayah Tangerang Selatan tahun ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....