Tangerang Waspada Hantavirus, Fasilitas Kesehatan Disiagakan
- 14 Mei 2026 02:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang meningkatkan kewaspadaan difasilitas kesehatan guna mencegah penyebaran Hantavirus yang ditularkan melalui tikus
- Pemerintah daerah tetap meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi potensi kemunculan penyakit tersebut
RRI.CO.ID, Tangerang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang meningkatkan kewaspadaan difasilitas kesehatan guna mencegah penyebaran Hantavirus yang ditularkan melalui tikus. Alhasil, bagi masyarakat yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri dilakukan pengetatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan pihaknya telah menyosialisasikan panduan pencegahan penyebaran Hantavirus. Sebab, dapat menular melalui kotoran, urine, maupun air liur hewan pengerat seperti tikus.
Menurutnya, gejala Hantavirus umumnya muncul dalam rentang satu hingga delapan pekan setelah paparan. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan tubuh lemas, yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga gagal ginjal.
Dini menegaskan virus tersebut berbahaya karena mampu menyerang sistem pernapasan dan ginjal manusia. Pemerintah Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya populasi tikus yang berpotensi menjadi sumber penularan virus.
Terpisah, Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus maupun suspek Hantavirus di wilayahnya. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi potensi kemunculan penyakit tersebut.
Hendra menyampaikan seluruh rumah sakit dan Puskesmas telah disiapkan untuk menangani kemungkinan kasus Hantavirus. Penguatan layanan dilakukan sebagai langkah antisipatif di tengah kewaspadaan nasional terhadap penyakit tersebut.
Hendra memastikan hingga kini tidak ada laporan kasus Hantavirus di Kabupaten Tangerang. Namun, ia mengakui proses deteksi penyakit ini tidak mudah karena gejalanya menyerupai influenza biasa.
“Makanya kadang-kadang pelaporan khusus Hantavirus itu kadang-kadang rumah sakit juga belum tentu melakukan, karena virus tuh gejalanya mirip semua. Kecuali kalau memang ada untuk tujuan penelitian, baru bisa terdeteksi,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan apabila ditemukan kasus, fasilitas kesehatan telah menyiapkan penanganan medis bersifat suportif. Terapi yang diberikan umumnya berupa bantuan oksigen bagi pasien dengan gangguan pernapasan serta pemberian cairan infus bagi pasien yang mengalami dehidrasi.
Selain kesiapan layanan kesehatan, Dinkes Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penularan virus yang umumnya berasal dari tikus.
"Masyarakat juga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan serta mewaspadai gejala seperti demam dan gangguan pernapasan. Serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....