BNPB Laporkan Penanganan Angin Kencang di Klaten dan Karhutla di Nunukan
- 16 Mei 2026 06:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB Laporkan Penanganan Angin Kencang di Klaten dan Karhutla di Nunukan
- Angin Kencang di Klaten
- Karhutla di Nunukan
RRI.CO.ID, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan sejumlah bencana di berbagai wilayah Indonesia selama periode 14–15 Mei 2026. Dua kejadian terbaru yang dilaporkan yakni angin kencang di Kabupaten Klaten, serta karhutla di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan angin kencang merusak belasan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum. “Fenomena angin kencang dirasakan masyarakat di empat desa di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo,” kata Abdul Muhari dalam siaran pers BNPB, Jumat 15 Mei 2026.
Peristiwa tersebut telah direspons oleh personel tim reaksi cepat BPBD, instansi terkait, dan warga setempat. BNPB mencatat sebanyak 16 rumah mengalami rusak ringan.
Selain itu, dua tempat usaha mengalami rusak berat dan dua lainnya rusak ringan. Angin kencang juga menyebabkan sembilan pohon tumbang, satu tower seluler roboh.
Selain itu juga terjadinya gangguan pada jaringan transmisi listrik. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujar Abdul Muhari.
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara berdampak pada lahan seluas sekitar satu hektare di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama oleh petugas BPBD bersama dinas terkait.
BNPB juga melaporkan perkembangan penanganan banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Banjir yang melanda sejak 8 Mei 2026 tersebut telah surut dan proses pembersihan pascabencana dilakukan BPBD bersama warga.
Berdasarkan data terbaru, bencana itu menyebabkan dua warga meninggal dunia. Kejadian juga berdampak pada 1.393 keluarga di 22 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan.
Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, penanganan gerakan tanah masih berlangsung. BPBD bersama pihak terkait melakukan pembersihan material longsor dan penanganan jalan desa yang ambles di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur.
Abdul Muhari mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. BNPB juga menekankan pentingnya upaya pengurangan risiko bencana oleh pemerintah daerah.
Kepemimpinan BPBD dinilai penting dalam implementasi langkah tersebut dengan dukungan seluruh unsur pentaheliks. “Penanggulangan bencana adalah urusan semua pihak,” kata Abdul Muhari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....