Padang Pariaman Tuntaskan Perbaikan 446 Hektare Sawah Rusak
- 15 Mei 2026 00:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menuntaskan perbaikan lahan sawah rusak ringan seluas 446 hektare.
- Pebaikan ini dilakukan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menuntaskan perbaikan lahan sawah rusak ringan seluas 446 hektare. Pebaikan ini dilakukan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Sebelumnya, lahan ini rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025. Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan seluruh lahan sawah dengan kategori rusak ringan telah tertangani 100 persen melalui bantuan program tersebut.
“Untuk lahan sawah rusak ringan, seluruhnya telah tertangani melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian seluas 446 hektare,” ujarnya di Parik Malintang, Kamis 14 Mei 2026. Ia menjelaskan percepatan rehabilitasi lahan sawah merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Menteri Pertanian pada 14 April 2026.
Saat itu, pemerintah pusat menargetkan penyelesaian program Oplah dalam waktu satu bulan. Namun, Padang Pariaman mampu menyelesaikannya lebih cepat, yakni dalam 23 hari, yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman serentak di Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung pada 13 Mei 2026.
“Alhamdulillah, target satu bulan berhasil dituntaskan kurang dari satu bulan,” katanya. Bupati mengungkapkan total lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di daerah tersebut mencapai 1.263,4 hektare.
Rinciannya adalah, 446 hektare rusak ringan dan 238,25 hektare rusak sedang. Untuk kategori rusak sedang, pemerintah baru dapat menangani 198 hektare melalui bantuan APBN, sementara sisanya belum memenuhi syarat luas hamparan untuk mendapatkan bantuan.
Selain itu, terdapat 450,7 hektare sawah rusak berat dan sekitar 100,5 hektare lahan hilang akibat terbawa arus sungai. Hingga kini, lahan dengan kategori rusak berat maupun yang hilang akibat abrasi belum mendapatkan alokasi bantuan rehabilitasi atau penggantian lahan dari pemerintah pusat.
Tidak hanya sawah, lahan jagung juga terdampak bencana dengan rincian 382,6 hektare rusak ringan, 71 hektare rusak sedang, 112 hektare rusak berat. Serta 4,3 hektare hilang.
Pemkab Padang Pariaman meminta dukungan Kementan untuk membantu rehabilitasi 450,7 hektare sawah rusak berat, penggantian 100,5 hektare sawah hilang. Serta pemulihan 570,35 hektare lahan jagung terdampak karena menjadi penopang ekonomi petani.
Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Padang Pariaman Hendra Aswara mengatakan percepatan rehabilitasi lahan rusak sedang dilakukan dengan menambah alat berat. “Sebelumnya hanya satu alat berat untuk membersihkan material sisa banjir, kini menjadi lima unit,” ujarnya.
Dengan penambahan alat berat tersebut, pembersihan material banjir di lahan sawah dipastikan dapat selesai kurang dari tiga pekan. Sehingga penanaman padi dapat segera dilakukan.
Program Optimalisasi Lahan dan rehabilitasi sawah terdampak bencana di Padang Pariaman didanai melalui APBN melalui Kementerian Pertanian. Ini sebagai upaya memulihkan sektor pertanian dan menjaga ekonomi petani setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....