Mentan Soroti Lambatnya Pemulihan Sawah pascabencana di Padang Pariaman Sumbar

  • 15 Apr 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Andi Amran Sulaiman beri ultimatum rehabilitasi sawah selesai maksimal satu bulan
  • Pemulihan sawah terdampak bencana di Padang Pariaman dinilai lambat
  • Anggaran sudah tersedia, namun terkendala birokrasi di daerah
  • Total rehabilitasi mencakup sekitar 7.000 hektare sawah
  • Pemerintah ancam tarik bantuan jika tidak ada percepatan

RRI.CO.ID, Padang Pariaman - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya rehabilitasi sawah terdampak bencana di Pada Pariaman. Ia-pun memberikan ultimatum kepada seluruh pihak terkait untuk melakukan penyelesaian masalah tersebut maksimal satu bulan.

Hal itu dilakukannya saat melakukan peninjauan di Desa Lubuk Alung, Padang Pariaman, Selasa 14 April 2026. Dalam kesempatan itu, Mentan menilai proses pemulihan belum berjalan optimal di lapangan.

Ia menyebut anggaran rehabilitasi sebenarnya telah tersedia sejak awal tahun namun pelaksanaan di daerah masih mengalami berbagai kendala. Pemerintah pusat dikatakan telah bergerak cepat sejak awal bencana dengan menyalurkan bantuan untuk pemulihan sektor pertanian.

“Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Tapi yang kami lihat di lapangan masih lambat,” ucap Amran.

Ia meminta pemerintah daerah segera mempercepat rehabilitasi dengan memperkuat koordinasi lintas pemerintahan. Menurutnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar untuk pemulihan sekitar 7.000 hektare sawah terdampak bencana di wilayah tersebut.

“Khusus Sumatra Barat, bantuan mencapai Rp455 miliar. Tidak ada alasan untuk lambat,” kata Amran.

Ia menilai hambatan Utama permasalahan ini berasal dari birokrasi panjang serta komunikasi antarlevel pemerintahan yang belum berjalan optimal. Menurutnya pencairan anggaran dari pusat sudah cepat namun proses di daerah justru memakan waktu lebih lama.

“Pusat langsung mencairkan anggaran saat ada permintaan. Di bawah ini masih berproses terlalu lama,” ucapnya.

Atas kondisi tersebut Mentan memberikan peringatan tegas kepada pemerintah daerah agar pekerjaan selesai maksimal dalam satu bulan. Ia menegaskan bantuan akan ditarik jika tidak ada keseriusan dalam percepatan rehabilitasi.

“Tadi sudah berjanji satu bulan selesai. Kalau tidak serius, bantuan akan ditarik,” katanya.

Amran juga menekankan tanggung jawab pelaksana di lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan tanpa jeda hingga selesai. Ia mengingatkan penanggung jawab tidak meninggalkan lokasi sebelum seluruh pekerjaan benar-benar tuntas.

Dalam kunjungan tersebut ia menemukan aktivitas pertanian baru dimulai saat dirinya datang ke lokasi peninjauan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa penanganan di lapangan berjalan lambat dan tidak konsisten.

Sebagian petani diketahui baru mulai menggarap sawah pada hari kunjungan sehingga kondisi ini dinilai tidak seharusnya terjadi. Ia menegaskan alat berat tidak boleh hanya digunakan saat ada kunjungan pejabat.

“Jangan sampai alat berat turun hanya saat kita datang. Kita ini pelayan rakyat,” ucapnya.

Mentan menegaskan petani harus segera kembali berproduksi dengan dukungan penuh dari pemerintah dalam proses pemulihan. Pemerintah memastikan seluruh sawah rusak akan dipulihkan hingga kembali produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....