DED Jembatan Anduring Padang Pariaman Ditargetkan Rampung Agustus 2026

  • 10 Mei 2026 02:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyusunan detail engineering design (DED) atau rancangan teknik detail Jembatan Anduring di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
  • Jembatan ini sebelumnya putus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

RRI.CO.ID, Padang - Penyusunan detail engineering design (DED) atau rancangan teknik detail Jembatan Anduring di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat menyebut, jembatan ini sebelumnya putus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi mengatakan proses penyusunan DED telah melalui berbagai tahapan peninjauan desain. Tahapan tersebut meliputi survei pendahuluan, survei topografi, survei geoteknik, hingga survei hidrologi.

“Kita targetkan DED jembatan ini selesai awal Agustus,” ujarnya di Padang, Sabtu 9 Mei 2026.

Saat ini, BPJN Sumbar masih melakukan asistensi teknis dengan Balai Teknik Sungai di Solo, Jawa Tengah, khususnya terkait analisis hidrologi dan perilaku sungai untuk penyempurnaan rancangan.

“Analisis hidrologi sedang dalam proses advis teknis. Kami sedang asistensi dengan Balai Teknik Sungai di Solo terkait perilaku sungai untuk penyempurnaan DED,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Anduring membutuhkan rekomendasi teknis dari Balai Teknik Sungai, termasuk terkait kedalaman fondasi dan kebutuhan proteksi abutmen. Hal ini dinilai penting mengingat kerusakan jembatan dipicu bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.

Secara teknis, bangunan atas jembatan direncanakan menggunakan rangka baja B70 dengan panjang bentang 2 x 70 meter atau total 140 meter. Proyek pembangunan jembatan tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp45,2 miliar dengan waktu pelaksanaan 10 hingga 12 bulan.

Anggota DPR RI asal Sumatra Barat Andre Rosiade menyatakan setelah DED rampung, Kementerian Pekerjaan Umum diharapkan segera mengalokasikan anggaran pembangunan melalui APBN. Ia menambahkan, proyek pembangunan Jembatan Anduring akan menggunakan dana program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menemui Menteri Pekerjaan Umum agar proyek tersebut masuk dalam skala prioritas nasional. “Kami akan upayakan pada kementerian terkait agar ini menjadi salah satu prioritas sehingga jembatan ini bisa dibangun kembali di akhir 2026,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....