Aktivitas Gunung Dukono Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada

  • 14 Mei 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi
  • Serta berada pada status Level II atau Waspada
  • Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan Gunung Dukono mengalami erupsi pada Kamis pukul 07.12 WIT

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi. Serta berada pada status Level II atau Waspada.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan Gunung Dukono mengalami erupsi pada Kamis pukul 07.12 WIT. Ini dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak.

“Kolom erupsi teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Dan arah sebaran abu condong ke barat laut,” kata Lana, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut Lana, kondisi tersebut berpotensi berdampak pada wilayah permukiman hingga Kota Galela akibat sebaran abu vulkanik. Ia mengatakan hujan abu berisiko mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.

Badan Geologi mencatat aktivitas Gunung Dukono sejak 9 hingga 14 Mei 2026 didominasi erupsi dengan rata-rata 48 kejadian per hari. Tinggi kolom abu tercatat berkisar antara 600 meter hingga 4.300 meter di atas puncak gunung.

Sebelumnya, pada 8 Mei 2026, Gunung Dukono juga sempat mengalami erupsi besar. Ini dengan tinggi kolom abu mencapai 10.000 meter di atas puncak.

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak beraktivitas. Dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas erupsi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi aliran lahar saat hujan lebat. Terutama di sekitar aliran Sungai Mamuya, Sungai Mede, dan Sungai Tauni yang berhulu di puncak Gunung Dukono.

Selain itu, pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara diminta terus berkoordinasi. Khususnya dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono di Desa Mamuya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....