Tak Pernah Sepi Aktivitas Vulkanik, Ini Makna Nama Gunung Dukono

  • 11 Mei 2026 07:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nama Gunung Dukono dipercaya berasal dari bahasa lokal masyarakat Halmahera Utara yang menggambarkan gunung “bernapas”.
  • Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia sejak ratusan tahun lalu.
  • Masyarakat adat Halmahera menganggap Gunung Dukono sebagai gunung sakral yang menyatu dengan kehidupan warga sekitar.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan setelah rentetan erupsi beberapa waktu terakhir. Di balik rekam jejak letusannya yang panjang, nama Gunung Dukono ternyata menyimpan sejarah dan cerita budaya masyarakat setempat.

Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia hingga sekarang. Hampir setiap hari, gunung tersebut memuntahkan abu vulkanik dari kawah aktifnya ke udara.

Di kalangan masyarakat Halmahera Utara, nama “Dukono” dipercaya berasal dari bahasa lokal masyarakat adat setempat. Nama tersebut berkaitan dengan kondisi gunung yang sejak dahulu terus mengeluarkan asap dari kawahnya.

Dalam cerita turun-temurun warga sekitar, Gunung Dukono digambarkan sebagai gunung yang terus “bernapas” sepanjang waktu. Karena itulah masyarakat adat kemudian memberi nama yang identik dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Sejumlah sumber budaya lokal juga menyebut nama Dukono merujuk pada gunung tua yang disegani masyarakat sekitar. Aktivitas erupsi yang berlangsung sejak ratusan tahun lalu membuat gunung ini dianggap sakral oleh sebagian warga.

Mengutip data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut. Gunung ini termasuk gunung api bertipe strato dengan aktivitas vulkanik sangat tinggi.

Catatan sejarah menunjukkan Gunung Dukono telah mengalami banyak letusan besar sejak masa lampau. Aktivitas vulkaniknya bahkan disebut hampir tidak pernah benar-benar berhenti sejak erupsi besar tahun 1933.

Dalam sejarah masyarakat Halmahera, Gunung Dukono memiliki hubungan erat dengan kehidupan warga sekitar kawasan gunung. Abu vulkanik dari letusan gunung dipercaya membantu menyuburkan lahan pertanian masyarakat setempat.

Meski demikian, aktivitas vulkanik tersebut juga membawa ancaman bagi permukiman dan aktivitas warga sekitar gunung. Karena itu, masyarakat setempat hidup berdampingan dengan risiko bencana sejak generasi terdahulu.

Selain dikenal aktif, Gunung Dukono juga menjadi salah satu destinasi favorit pendaki dan peneliti vulkanologi Indonesia. Pemandangan kawah aktif yang terus mengeluarkan asap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Hingga kini, kisah asal usul nama Gunung Dukono masih terus diwariskan masyarakat adat Halmahera Utara. Cerita tersebut menjadi bagian penting kekayaan budaya yang hidup berdampingan dengan alam vulkanik Maluku Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....