Menlu Singapura Apresiasi Tim SAR Indonesia Evakuasi Korban Gunung Dukono

  • 12 Mei 2026 15:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Singapura memberikan apresiasi mendalam kepada tim pencarian dan penyelamatan (SAR) Indonesia atas upaya evakuasi korban erupsi Gunung Dukono, Maluku Utara.
  • Menlu Singapura secara khusus menyoroti dedikasi lebih dari 150 personel SAR Indonesia, yang bertugas di tengah kondisi berbahaya akibat erupsi gunung api dan cuaca buruk.
  • Secara khusus ia menitipkan penghargaan khusus kepada Menlu Sugiono untuk disampaikan kepada seluruh tim SAR di Maluku Utara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Singapura memberikan apresiasi mendalam kepada tim pencarian dan penyelamatan (SAR) Indonesia atas upaya evakuasi korban erupsi Gunung Dukono, Maluku Utara. Hal itu disampaikan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan saat Joint Press Statement bersama Menlu Sugiono usai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Menlu Vivian mengatakan tragedi di Gunung Dukono telah merenggut tiga korban jiwa, terdiri dari satu warga negara Indonesia dan dua warga negara Singapura. “Kami berdua menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Vivian di hadapan media.

Gunung Dukono di Maluku Utara meletus pada Kamis, 8 Mei 2026 dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Seorang korban merupakan WNI atas nama Enjel ditemukan pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Kemudian, dua warga Singapura, Heng Wen Qiang Timothy, 30 dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, 27, ditemukan sehari kemudian, Minggu, 10 Mei 2026, pasca . Hingga kini, tim SAR juga telah mengevakuasi 17 pendaki lainnya dalam keadaan selamat.

Menlu Singapura secara khusus menyoroti dedikasi lebih dari 150 personel SAR Indonesia, yang bertugas di tengah kondisi berbahaya akibat erupsi gunung api dan cuaca buruk. Menurut Vivian, masyarakat Singapura mengikuti operasi pencarian tersebut dengan penuh perhatian dan harapan.

Ia mengaku pemerintah dan warga Singapura terus memanjatkan doa bagi keselamatan tim penyelamat yang bertugas di lapangan. “Kami di Singapura yang mengikuti operasi SAR tersebut juga terus berharap dan berdoa untuk keselamatan tim penyelamat,” ujarnya.

Vivian menilai solidaritas yang ditunjukkan Indonesia dalam proses evakuasi mencerminkan eratnya hubungan kedua negara. “Naluri untuk saling menjaga dan melindungi satu sama lain di masa krisis seperti ini benar-benar mencerminkan kedekatan hati antara rakyat Indonesia dan Singapura,” katanya.

Secara khusus ia menitipkan penghargaan khusus kepada Menlu Sugiono untuk disampaikan kepada seluruh tim SAR di Maluku Utara. “Saya ingin menyampaikan penghargaan terdalam kami melalui saudara saya, Pak Sugiono, kepada tim di Maluku Utara, jadi terima kasih banyak,” ujar Vivian.

Dalam kesempatan yang sama, Vivian menegaskan hubungan bilateral Indonesia dan Singapura berada dalam kondisi yang sangat baik. Menurut dia, kedua negara selalu saling mendukung, baik saat menghadapi pandemi COVID-19 maupun dalam merespons dampak krisis di Timur Tengah saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....