Pemkab Bantul dan Tangerang Perketat Pengawasan Hewan Kurban dari Luar Daerah

  • 09 Mei 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Bantul dan Tangerang memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah untuk mencegah penyebaran penyakit ternak.
  • Kabupaten Tangerang meningkatkan pengawasan karena 95 persen hewan kurban berasal dari luar daerah, dengan pemeriksaan di ratusan titik penjualan serta pemberian tanda sehat pada hewan yang lolos inspeksi.
  • Kabupaten Bantul menyiagakan petugas, dokter hewan, dan pos kesehatan hewan di tingkat kecamatan untuk memantau ternak masuk serta menangani laporan hewan sakit dari masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bantul dan Tangerang memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit pada ternak kurban.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menyebut sebagian besar hewan kurban berasal dari luar daerah. Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit hewan.

Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, mengatakan pemeriksaan dilakukan di ratusan titik penjualan. Petugas juga memeriksa kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan.

"Sebanyak 95 persen hewan kurban di Tangerang berasal dari luar daerah. Karena itu pengawasan lalu lintas ternak kami perketat." ujarnya dalam wawancara bersama PRO 3 RRI, Sabtu, 9 Mei 2026.

Pihaknya menyiapkan puluhan petugas serta dokter hewan selama Iduladha. Masyarakat diminta membeli hewan pada lapak resmi yang sudah diperiksa pemerintah.

"Kami memberi tanda sehat pada hewan yang telah lolos pemeriksaan. Masyarakat sebaiknya membeli hewan yang sudah memiliki penanda resmi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan kebutuhan ternak kurban di Bantul masih tercukupi. Namun sebagian besar pasokan ternak juga berasal dari luar wilayah.

"Kami mengawasi ternak yang masuk agar tetap sehat dan layak kurban. Petugas sudah diterjunkan ke tempat penampungan dan kandang pedagang," katanya, menegaskan.

Petugas Kabupaten Bantul juga disiagakan di sejumlah pos kesehatan hewan tingkat kecamatan. Pos tersebut melibatkan dokter hewan serta tenaga medis dan paramedis peternakan.

"Kalau ada hewan sakit, masyarakat bisa melapor ke pos kesehatan hewan terdekat. Petugas kami siap melakukan penanganan dan pemeriksaan langsung di lapangan," ucapnya, menambahkan. (Agnes Claudia Ohoira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....