Iduladha 1447 Hijriah, Hewan Kurban Sehat Jadi Prioritas
- 09 Mei 2026 16:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah daerah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban melalui vaksinasi PMK dan pemeriksaan di lapak penjualan hingga lokasi pemotongan.
- Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Afton Atabany, mengimbau masyarakat memilih hewan sehat dengan mata bening, moncong tidak terlalu basah, dan tubuh padat.
- Dinas terkait di Bantul dan Tangerang memastikan ternak kurban masih aman dan sehat, serta menyiagakan petugas dan dokter hewan selama Iduladha 1447 Hijriah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah daerah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Pemeriksaan dilakukan sejak penjualan hingga proses pemotongan hewan kurban.
Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung menggencarkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku pada ternak. Petugas juga disiagakan untuk pemeriksaan antemortem dan postmortem hewan kurban.
Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Afton Atabany, mengatakan masyarakat perlu cermat memilih hewan kurban. Ia menyebut ternak kurban terbagi dalam tiga kelompok pemeliharaan.
"Ternak yang paling aman dibeli adalah yang dipelihara enam bulan di kandang tetap. Peternak biasanya lebih menjaga kesehatan dan kebersihan hewan tersebut," ujarnya dalam wawancara bersama PRO 3 RRI, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ia menjelaskan ciri hewan sehat dapat dilihat dari kondisi mata dan moncongnya. Hewan sehat memiliki mata bening serta moncong yang tidak terlalu basah.
"Kalau matanya bening dan tidak belekan, biasanya hewan itu sehat. Badannya juga terasa padat dan tidak terlalu lembek saat dipegang," ucapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, memastikan kondisi ternak di wilayahnya masih aman. Pemeriksaan dilakukan pada tempat penampungan serta kandang pedagang ternak.
"Sejak April, kami belum menemukan ternak yang tidak layak untuk kurban. Semua ternak yang diperiksa masih dalam kondisi sehat." kata Waluyo.
Kabid Pengendalian Kesehatan Hewan Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, mengatakan pengawasan diperketat karena banyak ternak berasal dari luar daerah. Pemeriksaan dilakukan terhadap lapak penjualan dan lokasi pemotongan hewan.
"Kami melibatkan puluhan petugas dan dokter hewan selama pengawasan Iduladha. Masyarakat juga dapat melapor melalui hotline jika menemukan hewan sakit." ujarnya, menerangkan. (Agnes Claudia Ohoira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....