Pemkab Tangerang Evaluasi Palang Pintu Kereta, 11 Titik Rawan

  • 08 Mei 2026 11:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 28 titik paling pintu perlintasan commuter line (KRL) yang ada diwilayah Kabupaten Tangerang
  • Dari 28 titik tersebut terdapat 11 titik berpotensi rawan kecelakaan dan membahayakan masyarakat

RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 28 titik palang pintu perlintasan commuter line (KRL) yang ada diwilayah Kabupaten Tangerang. Dari jumlah tersebut terdapat 11 titik berpotensi rawan kecelakaan dan membahayakan masyarakat.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengatakan 11 titik perlintasan KRL di jalur green line rute Tanah Abang-Rangkasbitung. Seluruhnya tanpa palang pintu pembatas yang beresiko membahayakan masyarakat sekitar.

Berdasarkan hasil identifikasi, sambung Maesyal, diwilayah Kabupaten Tangerang terdapat 28 titik perlintasan dan 11 perlintasan di antaranya tanpa palang pintu. Sedangkan, 15 perlintasan telah dipasang palang pintu dan dua perlintasan ditutup.

Ia menegaskan saat ini pembangunan palang pintu di 11 titik perlintasan sebidang itu masih dalam kajian kelayakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang. "Kami sudah koordinasi juga dengan Dinas Perhubungan, segera ini dikaji sekaligus juga dimohonkan supaya semua titik ini akan kita upayakan dijaga secara bertahap," ucapnya.

Pihaknya menyambut baik wacana pembenahan 1.800 perlintasan kereta di Pulau Jawa yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran Rp4 triliun kepada PT KAI untuk peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang.

Ia menambahkan terdapat delapan titik perlintasan diwilayah Kabupaten Tangerang yang masuk dalam daftar peningkatan keselamatan oleh PT KAI. Di antaranya, terletak di Kampung Parigi, Cibelut, Cisauk Sinyal, Kampung Kandang, Jatake, terusan stasiun Tigaraksa-Cikoya dan Kampung Gabus.

"Dishub juga sudah mendata di lokasi-lokasi mana saja yang delapan titik ini. Nanti kita akan usulkan juga karena mereka kan butuh data, butuh lokasi, butuh titik juga," kata dia.

Diketahui, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan proses investigasi. Hal ini terkait kecelakaan KRL Cikarang ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin 27 April 2026 lalu.

Maka dari itu, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk menunggu hasil investigasi KNKT. Nantinya akan mengungkap terkait penyebab pasti terjadinya kecelakaan kereta hingga rekomendasi keselamatan.

"Proses investigasi KNKT dilakukan secara menyeluruh, objektif, dengan mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan, mempertimbangkan berbagai hal serta analisis komprehensif. Untuk itu, mari kita sama-sama hormati proses tersebut dan tunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan," kata Dudy.

Dalam proses investigasi, KNKT telah melakukan simulasi sistem persinyalan di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pascainsiden kecelakaan KRL relasi Jakarta-Cikarang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi. Simulasi ini dilakukan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kejadian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....