Kabupaten Tangerang Bakal Bangun Gedung Kemenhaj Sekaligus Manasik Haji
- 06 Mei 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan lahan 1,5 hektar disamping Masjid Raya Al Amzad, Tigaraksa
- Lokasi tersebut diperuntukan sebagai gedung Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sekaligus lokasi manasik haji
RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan lahan 1,5 hektar disamping Masjid Raya Al Amzad, Tigaraksa. Lokasi tersebut diperuntukan sebagai gedung Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sekaligus lokasi manasik haji.
"Insya Allah ini sudah direncanakan oleh Bapak Bupati, oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Diuas lahan sekitar 1,5 hektar di sebelah Masjid Al-Amjad ini," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmadja, Rabu 6 Mei 2026.
Lahan tersebut, sambung Soma, akan dibangun tempat manasik haji sekaligus juga kantor Kemenhaj Kabupaten Tangerang. "Yang disana mungkin ada replikasi, replika ya, Masjidil Haram, miniatur Ka'bah, tempat sa'i dan jumroh," kata dia.
Sekaligus juga, lanjutnya, mungkin nanti ada ruangan imersif yang akan dibangun secara virtual. Nantinya, para jemaah calon haji atau anak-anak dapat belajar bagaimana berhaji dan berumroh.
"Tergambar prosesinya seperti apa, nanti mungkin bisa lebih baik lagi begitu. Bisa, karena secara ini mungkin bisa lebih canggih nanti ya," ucap Soma.
Soma menyatakan bila pembangunannya akan dimulai pada 2027 mendatang. Untuk anggarannya, Soma enggan membeberkan, namun akan disiapkan pada ABT tahun 2026.
"Insya Allah tahun depan, tahun 2027. Karena mungkin DED-nya kita siapkan di ABT tahun 2026 ini dan mohon doanya dari semuanya," ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim mengucapkan terimakasih atas respon Pemkab Tangerang. Dia menyatakan dengan adanya kantor Kemenhaj dan lokasi manasik haji penyelenggaraan haji akan menjadi lebih baik lagi.
Ia mengatakan tahun ini pihaknya memfasilitasi keberangkatan 2.090 calon haji ke Tanah Suci. Data tersebut dirilis setelah terdapat 214 orang yang dipastikan batal berangkat akibat kendala pelunasan biaya perjalanan.
Hasyim menjelaskan kegagalan melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) menjadi alasan utama ratusan calon jemaah tersebut urung berangkat. "Dari jumlah tersebut, yang berhasil melakukan pelunasan dan dipastikan berangkat tercatat sebanyak 2.228 calon haji dari kuota sebanyak 2.304 orang," kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....