Cuaca Ekstrem Robohkan Rumah di Dua Kecamatan Kabupaten Tangerang

  • 06 Mei 2026 06:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rumah warga pada dua kecamatan di Kabupaten Tangerang roboh akibat sapuan angin kencang yang disertai hujan
  • Nahas, satu anak dari pemilih rumah mengalami luka-luka dari peristiwa tersebut

RRI.CO.ID, Tangerang - Rumah warga pada dua kecamatan di Kabupaten Tangerang roboh akibat sapuan angin kencang yang disertai hujan deras. Nahas, satu anak dari pemilih rumah mengalami luka-luka dari peristiwa tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan peristiwa rumah roboh terjadi di Desa Kelor, RT 01/RW 03, Kecamatan Sepatan Timur. Pelapor dari insiden tersebut bernama Rafli.

"Setelah menerima laporan kami langsung menurunkan petugas kelokasi dan langsung melakukan penanganan. Kami juga melalukan pengecekan terhadap penyebab rumah roboh," ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.

Taufik menyatakan angin kencang yang disertai hujan ternyata menjadi penyebab dari bencana tersebut. Pasalnya, cuaca ekstrem masih terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang sejak 3 Mei 2026 kemarin.

Kejadian serupa, sambung Taufik, melanda rumah Jaenudin warga Kampung Blukbuk, RT 01/RW 03, Desa Keronjo, Kecamatan Keronjo. "Satu orang luka dampak terkena rumah roboh bernama Ipan Efendi berusia 15 tahun yang berstatus anak dari pemilik rumah," ucapnya.

Taufik juga membeberkan terjadi pula peristiwa seorang pemuda berinisial AP dilaporkan tenggelam. Kejadiannya di aliran sungai kawasan Perumahan Arcadia, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua.

"Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 00.00 WIB saat korban bersama rekannya berada dalam kondisi diduga terpengaruh minuman keras. Korban kemudian meninggalkan lokasi dengan alasan mencari makanan, namun tidak kembali," kata dia.

Merasa khawatir, rekannya berinisial PA berusaha menyusul. Saat tiba di sekitar sungai dekat danau Kelapa Dua, saksi melihat korban sudah berada ditengah aliran air dalam kondisi tenggelam.

Karena tidak memiliki kemampuan berenang, saksi kemudian meminta bantuan. Ia kemudian mendatangi keluarga korban.

Upaya pencarian sempat dilakukan secara mandiri oleh pihak keluarga. Namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Taufik menambahkan proses pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian. “Tim masih melakukan pencarian disekitar titik awal korban terlihat dan kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperluas area pencarian,” ujarnya.

Kapolsek Kelapa Dua, AKP Rohkmatullah membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyatakan korban hingga saat ini belum ditemukan.

"Kami juga meminta bantuan Tim SAR dalam melakukan pencarian. Namun, belum membuahkan hasil dan proses pencarian akan dilanjutkan esok hari," kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....