Percepatan Bedah Rumah di Kaltim Digenjot, BSPS Ditingkatkan Jadi 3.000 Unit
- 06 Mei 2026 22:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Target BSPS di Kalimantan Timur naik signifikan dari 655 menjadi 3.000 unit pada 2026
- Program difokuskan untuk mengurangi rumah tidak layak huni dan backlog perumahan
- Pelaksanaan dipercepat dengan target rampung Agustus 2026
RRI.CO.ID, Balikpapan — Kementerian PKP menargetkan peningkatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga 3.000 unit rumah pada 2026 di Kalimantan Timur. Program ini difokuskan untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 655 unit. Di Kota Balikpapan, program bedah rumah atau BSPS ini menjadi prioritas untuk menekan backlog hunian tidak layak.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga memastikan pelaksanaan program dilakukan secara tepat sasaran dan transparan.
“Program bedah rumah ini tidak hanya memperbaiki hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kami memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, dan tanpa pungutan apa pun karena bersumber dari APBN,” ujar Menteri Ara dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai kolaborasi menjadi faktor utama dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan program ini. Dukungan daerah sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Senada dengan itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud juga menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan kuota program tersebut. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan berkomitmen memperluas manfaat program agar lebih banyak masyarakat mendapatkan hunian layak.
“Kami mendukung penuh program ini melalui penambahan kuota agar semakin banyak masyarakat Kalimantan Timur yang dapat merasakan manfaatnya, khususnya dalam peningkatan kualitas tempat tinggal,” ucap gubernur tersebut.
Pelaksanaan program juga dipercepat dari jadwal semula, yang direncanakan 20 Mei 2026 menjadi 15 Mei 2026. Seluruh pengerjaan ditargetkan rampung pada 15 Agustus 2026 dengan dukungan 39 Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).
Sebagai informasi, peningkatan jumlah unit rumah ini juga didorong oleh kolaborasi lintas pemerintah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Balikpapan menambah 600 unit, sementara Kementerian PKP menambah sekitar 700 unit melalui BSPS.
Melalui percepatan dan penambahan kuota hingga 3.000 unit ini, pemerintah berharap program BSPS dapat berjalan optimal. Selain meningkatkan kualitas hunian, program ini juga diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....