Akses KPR Diperluas, Masyarakat Tanpa Gaji Kini Bisa Miliki Rumah

  • 28 Apr 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PKP menegaskan KPR kini bisa diakses masyarakat tanpa gaji tetap selama memiliki penghasilan
  • PT Bank Central Asia Tbk mendukung pembiayaan tanpa subsidi pemerintah dengan skema terjangkau
  • Program ini memperluas akses hunian bagi masyarakat sektor non-formal dan mendukung program 3 juta rumah

RRI.CO.ID, Serang – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan akses kepemilikan rumah kini tidak hanya bagi masyarakat bergaji tetap. Ia menyebut program perumahan juga menyasar masyarakat tanpa gaji tetap, namun tetap dapat mengakses pembiayaan selama memiliki penghasilan.

Inilah yang di minta pak Presiden, yang punya gaji diurus, seperti TNI, Polri, PNS, Guru.Tapi yang tidak punya gaji juga diurus, tapi punya penghasilan,” ujar Menteri Ara saat menghadiri akad massal KPR (Kredit pemilikan Rumah) Sejahtera PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Banten, Selasa, 28 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara mengapresiasi akad KPR Sejahtera BCA tersebut. Ia menilai komitmen BCA konsisten dengan yang disampaikan sebelumnya dan telah direalisasi dalam kurun enam hingga tujuh bulan.

Ia juga mencontohkan penerima manfaat berasal dari pelaku usaha kecil seperti pedagang dan pekerja mandiri. Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya perluasan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat yang bekerja di sektor non-formal.

Menteri Ara menilai skema tersebut dapat berjalan karena didukung manajemen risiko yang baik. Proses pembiayaan dilakukan melalui survei, pemetaan, dan profiling terhadap calon debitur.

“Karena kalau potong gaji itu sangat mudah, ini manajemen risikonya dikelola dengan baik oleh BCA, itu namanya risk manajemennya. Nah di sini membuktikan mereka mau mengambil risiko, tetapi yang terkelola,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Gregori Hendra Lembong menyatakan pihaknya mendukung program perumahan pemerintah melalui skema pembiayaan tersebut. Menurutnya, dukungan ini ditujukan untuk memperkuat pelaksanaan program tiga juta rumah oleh pemerintah.

Ia menyebut pembiayaan dilakukan menggunakan dana internal tanpa memanfaatkan subsidi pemerintah. “Kita dari BCA support dengan uang sendiri tidak mengambil subsidi pemerintah, supaya dana pemerintah bisa lebih dimaksimalkan,” ucapnya.

Menurut Hendra, skema yang diberikan mencakup kesamaan dari sisi uang muka, tenor, hingga cicilan agar tetap terjangkau. Ia juga berharap cicilan yang diberikan tidak memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Di sisi lain, salah satu konsumen, Wina, mengaku proses pengajuan KPR berjalan cepat dan mudah. Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena kini dapat memiliki rumah yang layak setelah sebelumnya tinggal di kontrakan.

Ia menambahkan kepemilikan rumah tersebut menjadi perubahan besar dalam kehidupannya. “Akhirnya saya punya rumah yang mewah banget bagi saya, yang layak dan bersih,” ucap Wina.

Sebagai informasi, sebanyak 51 unit rumah subsidi yang melakukan akad melalui KPR Sejahtera BCA di tiga lokasi hari ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 unit berada di Perumahan Puri Harmoni Indah.

Pembiayaan KPR di lokasi tersebut memiliki tenor hingga 15 tahun dengan skema bunga flat 5 persen. Dengan skema tersebut, cicilan yang dibayarkan konsumen berkisar sekitar Rp1,3 juta per bulan.

Kementerian PKP menilai skema ini menjadi salah satu bentuk dukungan dalam memperluas akses hunian bagi MBR. Serta sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan mendukung percepatan program tiga juta rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....