Libatkan Hampir 1.000 Pekerja, Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Gerakkan Ekonomi
- 28 Apr 2026 05:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Libatkan Hampir 1.000 Pekerja, Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Gerakkan Ekonomi Warga
- Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Gerakkan Ekonomi Warga
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus dipercepat sebagai bagian dari upaya pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Proyek yang berlokasi di Kelurahan Bulurejo, Kecamatan Lendah ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan terpadu. Proyek tersebut juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar dalam jumlah besar.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 38 persen. Pekerjaan konstruksi ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kami memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas tanpa mengabaikan mutu konstruksi,” ujar Dody dalam keterangan yang dikutip pada Senin 27 April 2026.
Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare dengan anggaran APBN sebesar Rp214 miliar. Fasilitas tersebut dirancang mampu menampung hingga 1.080 peserta didik.
Di sisi lain, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Jumlah tenaga kerja yang terlibat terus meningkat dari sekitar 650 orang menjadi 840 orang.
Jumlah pekerja diperkirakan akan bertambah hingga mendekati 925 orang. Peningkatan ini seiring dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Daerah Istimewa Yogyakarta, Raden Haryo Satriyawan, menjelaskan strategi percepatan pembangunan. Strategi tersebut dilakukan melalui penambahan tenaga kerja serta pengaturan pekerjaan secara paralel.
“Percepatan kami lakukan dengan menambah tenaga kerja dan mengatur pekerjaan di berbagai zona. Tujuannya agar proses pembangunan berjalan lebih efisien,” kata Haryo.
Selain membuka lapangan kerja, keberadaan proyek ini turut menggerakkan perekonomian lokal. Aktivitas para pekerja mendorong pertumbuhan usaha kecil di sekitar lokasi.
Usaha yang tumbuh meliputi warung makan, jasa transportasi, dan penyedia kebutuhan harian. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Fasilitas Terpadu
Sekolah Rakyat Kulon Progo dirancang sebagai kawasan pendidikan modern yang terintegrasi. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang kelas berbasis teknologi dan laboratorium keterampilan.
Selain itu, tersedia perpustakaan serta pusat pembelajaran digital. Fasilitas ini mendukung proses belajar yang lebih adaptif dan inovatif.
Sekolah ini juga menyediakan asrama bagi siswa dan guru. Berbagai fasilitas penunjang turut disiapkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Fasilitas penunjang tersebut antara lain klinik, kantin sehat, dan lapangan olahraga. Selain itu, tersedia ruang ekstrakurikuler dan ruang terbuka hijau.
Pemerintah berharap pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan baru. Proyek ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Harapan tersebut diwujudkan melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....