Kolaborasi Mahasiswa dan Polri Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau

  • 26 Apr 2026 17:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mahasiswa, Polri, dan intelektual kolaborasi cegah karhutla dan narkoba
  • Kegiatan Camping Kebangsaan digelar di Rimbang Baling
  • Kesadaran kolektif dinilai penting dalam menjaga lingkungan dan generasi

RRI.CO.ID, Jakarta – Mahasiswa, aparat kepolisian, dan kalangan intelektual memperkuat kolaborasi mencegah karhutla dan narkoba di Riau. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Camping Kebangsaan di kawasan Rimbang Baling, 25–26 April 2026.

Kegiatan diinisiasi Tumbuh Institute dengan melibatkan sekitar 150 mahasiswa dari berbagai organisasi di Riau. Tema yang diangkat menekankan pentingnya green policing dan peran generasi muda dalam menjaga lingkungan.

Head of Tumbuh Foundation Azairus Adlu mengatakan kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi berbagai pihak. Ia menilai karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kepercayaan publik.

“Karhutla bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan ekonomi masyarakat. Kami ingin menghadirkan ruang dialog untuk membangun kesadaran kolektif bersama,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 26 April 2026.

Azairus Adlu juga menyoroti ancaman narkoba yang dinilai merusak generasi muda di Riau. Ia menegaskan kedua persoalan tersebut memiliki akar yang sama dan harus dilawan secara bersama.

“Narkoba menghancurkan manusia, sementara karhutla merusak ruang hidup manusia. Melawan keduanya berarti menjaga masa depan generasi dan lingkungan,” katanya.

Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman karhutla dan narkoba. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

“Masalah karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Harus ada kolaborasi dari hulu hingga hilir melalui edukasi dan penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi terjadinya karhutla besar di Riau seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, kesiapan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama pencegahan.

Rocky Gerung menilai isu karhutla tidak hanya menjadi persoalan lokal, tetapi bagian dari krisis global. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai kekuatan intelektual dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Kita tidak hanya membicarakan Riau atau Indonesia, tetapi masa depan bumi. Mahasiswa harus menjadi kekuatan intelektual dalam menghadapi krisis multidimensi,” katanya.

Sementara itu, aktivis HAM Hurriah menegaskan karhutla juga berkaitan dengan hak asasi manusia. Ia menilai kebakaran hutan berdampak langsung terhadap hak masyarakat atas lingkungan yang sehat.

“Karhutla bukan sekadar bencana, tetapi krisis yang terus diproduksi dan dinormalisasi. Ini berarti hak masyarakat atas udara bersih sedang terancam,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi diskusi teknis bersama Ditreskrimsus, BPBD, dan Manggala Agni terkait penanganan karhutla. Selain itu, forum diskusi kelompok membahas isu narkoba bersama Ditbinmas dan Ditresnarkoba.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini juga mendorong lahirnya jejaring mahasiswa yang solid dalam mencegah karhutla dan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....