Pemerintah Alokasikan 11 Ribu BSPS untuk NTT, Dorong Hunian Layak

  • 21 Apr 2026 21:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PKP menetapkan target minimal 11.000 unit BSPS di NTT
  • Program difokuskan untuk MBR prioritas dengan rumah tidak layak huni dan belum menerima bantuan

RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah mengalokasikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai sedikitnya 11.000 unit rumah. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan target tersebut berasal dari alokasi minimal 500 unit di setiap kabupaten dan kota. Dengan total 22 kabupaten/kota, angka tersebut dinilai cukup signifikan untuk mendorong pemerataan bantuan perumahan di NTT.

“Untuk program di NTT, kita sudah putuskan minimal satu kabupaten ada 500 bedah rumah. Ini saya rasa besar sekali, ada 22 kabupaten/kota, jadi minimal 11.000,” ujar Menteri Ara tersebut di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Wisma Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa 21 April 2026.

Ia menegaskan program BSPS akan difokuskan kepada masyarakat yang masuk kategori prioritas yang berada pada desil satu sampai empat. Kriteria penerima mencakup warga dengan kondisi rumah tidak layak huni serta belum pernah menerima bantuan sebelumnya.

Selain BSPS, pemerintah juga menyiapkan penanganan kawasan kumuh di Kupang serta program kredit usaha rakyat (KUR) perumahan. Ia menekankan pemilihan lokasi harus memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Ada minimal 3 titik. Supaya cukup banyak nanti uang yang beredar di NTT, sehingga bisa menggerakan pertumbuhan ekonomi di NTT,” katanya.

Menteri PKP juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia di daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar program perumahan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyambut positif program tersebut. Ia menilai alokasi BSPS menjadi perhatian besar pemerintah pusat bagi masyarakat di daerah.

“Program BSPS itu 11.000 unit rumah yang mendapatkan bedah rumah di 22 kabupaten dan kota. Nah ini satu program yang sangat luar biasa, atensi yang besar, yang kami sendiri tidak duga-duga,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan kunjungan langsung Menteri PKP ke NTT dalam waktu dekat dapat memperkuat dampak program di lapangan. “Dengan kunjungan langsung bapak Menteri bisa menyiapkan program-program yang lebih berdampak lagi kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur,” kata wagub tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....