Sekolah Rakyat Asah Bakat Siswa Melalui Taekwondo dan Seni Tari
- 18 Apr 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pengembangan minat dan bakat siswa
- Siswa SRMA 13 Bekasi meraih prestasi di berbagai bidang, termasuk taekwondo, pencak silat, dan seni tari
- Sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari fasilitas hingga pembiayaan
- Program Sekolah Rakyat membuka peluang pendidikan dan masa depan, bagi siswa dari kalangan kurang mampu
- Pembinaan karakter dan kedisiplinan menjadi fokus, melalui sistem berasrama dan pendampingan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekolah Rakyat tidak sekadar mengasah kemampuan akademik siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu. Ruang pengembangan minat dan bakat para siswa menjadi, beberapa fokus dari Sekolah Rakyat.
Salah satunya yakni kegiatan kelompok ekstrakurikuler Taekwondo Sekolah Rakyat SRMA 13 Bekasi. Latihan keras membawa mereka meraih 4 medali dalam Bekasi Open III Taekwondo Championship 2026.
Medali kejuaraan bergengsi yang diikuti ratusan atlet dari lima provinsi pada awal April 2026 tersebut, menjadi capaian perdana. Minat siswa pun didukung penuh oleh sekolah, mulai dari penyediaan seragam, pelatih, hingga pembiayaan kejuaraan.
Bagi Erin, Adestyawan, Halikinos, dan Fatan, kesempatan menyalurkan hobi di tengah pendidikan gratis, menjadi pengalaman yang berharga.
“Terima kasih Pak Presiden (Prabowo Subianto) karena sudah mengadakan Sekolah Rakyat bagi kami. Kami bisa menyalurkan hobi dan melanjutkan sekolah di sini,” ujar mereka seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu 18 April 2026.
Tak hanya Taekwondo, pencak silat SRMA 13 Bekasi juga menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Candrabaga Cup 4 tahun 2026. Pada pertandingan awal Februari lalu, dua siswa SRMA 13 Bekasi, Aca dan Jumaroh, berhasil meraih medali perak.
Menariknya, ekstrakurikuler pencak silat awalnya tidak tersedia. Program ini kemudian dihadirkan atas permintaan siswa, dengan mendatangkan pelatih dari luar sekolah.
“Kami bersyukur bisa bersekolah di sini karena selalu difasilitasi dan mendapat dukungan yang sangat kuat,” kata Jumaroh.
Prestasi juga diberikan kelompok seni tari, yang merebut juara 3 Lomba Pentas Seni Budaya Nusantara Kota Bekasi. “Aku senang hobi aku didukung banget sama Sekolah Rakyat. Semua difasilitasi, jadi tidak bayar sama sekali,” ujar salah satu siswa.
Dari rentetan prestasi tersebut, Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan akses pendidikan. Karena menurut Kepala SRMA 13 Bekasi Lastri Fajarwati, peluang masa depan anak-anak yang sebelumnya termarginalkan lebih terbuka.
“Tujuan Sekolah Rakyat ini sangat mulia. Negara hadir untuk masyarakat yang tidak mampu melalui bantuan jangka panjang. Anak-anak yang tadinya tidak punya peluang, kini memiliki kesempatan untuk sekolah seperti pada umumnya,” ujarnya.
Namun, proses tersebut bukan tanpa tantangan, karena banyak siswa datang dari latar belakang kehidupan yang keras. Untuk itu, pembinaan kedisiplinan melalui kehidupan berasrama menjadi kunci.
Peran ini salah satunya dijalankan oleh wali asuh Arya Endang Purnama. Ia menekankan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak berhenti pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui pendampingan sehari-hari.
Arya mengingat satu momen yang membekas, ketika seorang siswa mempertanyakan masa depannya. “Ini pertama kalinya saya bertemu anak yang bertanya, ‘Emang saya boleh punya mimpi ya, Pak?’” ujarnya.
Menurutnya, perubahan terbesar yang terjadi bukan hanya pada prestasi, tetapi pada keberanian siswa untuk bermimpi dan tampil percaya diri. “Semoga program Sekolah Rakyat ini dapat terus berlanjut, dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” harapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....