PU Rampungkan 10 Ruas Jalan Daerah di Bali, Dorong Akses Pangan dan Pariwisata

  • 16 Apr 2026 10:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU menyelesaikan 10 ruas jalan daerah di Bali sepanjang 20,78 km
  • Program IJD 2025 memperkuat konektivitas sektor pangan dan pariwisata
  • Pengerjaan proyek tersebut didukung anggaran APBN Rp93,53 miliar dan menyerap 1.100 tenaga kerja

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan sepuluh ruas jalan daerah sepanjang 20,78 kilometer di Provinsi Bali. Penyelesaian melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2025 ini memperkuat konektivitas sektor pangan dan pariwisata di wilayah tersebut.

Program IJD di Bali merupakan bagian dari penanganan 42 paket jalan di wilayah Jawa Timur–Bali sepanjang 108,35 kilometer. Seluruh paket di Bali telah rampung dan dilakukan Provisional Hand Over (PHO).

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan program ini menjadi langkah strategis memperkuat konektivitas daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas jalan dinilai penting untuk mendukung swasembada pangan dan energi.

“Program Inpres Jalan Daerah ini bertujuan meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan daerah, sehingga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian. Selain itu, membuka akses menuju kawasan produksi pangan dan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2026.

Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Melalui kebijakan ini pemerintah pusat dapat memberi dukungan mempercepat penanganan jalan daerah strategis yang terkendala keterbatasan anggaran.

Penanganan sepuluh jalan di Bali tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Jembrana, Tabanan, Buleleng, Badung, Klungkung, Karangasem, dan Gianyar. Ruas jalan tersebut menghubungkan kawasan produksi, distribusi logistik, dan destinasi pariwisata.

Pelaksanaan program didukung anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp93,53 miliar. Kegiatan ini juga memberikan dampak sosial ekonomi dengan menyerap sekitar 1.100 tenaga kerja selama masa konstruksi.

Sejumlah ruas yang ditangani memperkuat akses ke sentra pertanian, pelabuhan perikanan, dan kawasan wisata. Kondisi ini tentu dapat memperkuat konektivitas antar sektor dan wilayah di Bali.

Menteri Dody menambahkan peningkatan kualitas jalan daerah di Bali memiliki peran penting tidak hanya mendukung sektor pertanian dan logistik. Tetapi juga memperkuat daya saing Bali sebagai provinsi pariwisata unggulan.

“Dengan konektivitas yang semakin baik, mobilitas masyarakat dan wisatawan menjadi lebih lancar, distribusi barang lebih efisien, dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kementerian PU memastikan peningkatan jalan daerah akan terus dilanjutkan. Langkah ini untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....