Kemenhut Imbau Warga Waspada Karhutla di tengah Ancaman Kemarau Panjang
- 08 Apr 2026 13:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kehutanan menekankan agar masyarakat dan perusahaan menghindari praktik pembakaran saat pembukaan lahan, karena aktivitas tersebut merupakan penyebab utama karhutla.
- Sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2020, penanggulangan karhutla dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga pihak swasta guna memastikan pemadaman api dilakukan secara cepat dan efisien.
RRI.CO.ID, Jakarta - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026 diperkirakan meningkat seiring musim kemarau yang lebih panjang. Kondisi ini mendorong semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Terutama dalam penggunaan api saat pembukaan lahan.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah karhutla. Ia menyebut kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran.
“Pada intinya masyarakat harus lebih mawas diri dan berhati-hati dalam proses pembukaan lahan. Termasuk perusahaan, karena aktivitas tersebut dapat berdampak langsung pada meningkatnya karhutla,” ujarnya, dikutip dalam keterangan tertulis Senin, 6 April 2026.
Menurutnya, praktik pembakaran lahan masih menjadi salah satu penyebab utama karhutla. Oleh karena itu, pengawasan dan tanggung jawab perlu ditingkatkan.
Pemerintah juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan. Dukungan berupa bimbingan teknis dan penguatan kapasitas masyarakat turut dilakukan untuk memperkuat pencegahan.
Koordinasi antar kementerian dan lembaga terus diperkuat untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setiap tahun. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 yang menekankan keterlibatan seluruh pihak.
Mulai dari pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga perusahaan dan masyarakat. Seluruh elemen tersebut diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama dalam upaya penanggulangan karhutla.
Upaya penanganan dilakukan melalui pemadaman yang cepat, efektif, dan efisien agar api tidak meluas. Selain itu, pemadaman udara juga disinergikan dengan penanganan di darat untuk hasil yang lebih optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....