El Nino Sebabkan Kemarau Lebih Panjang, Kemenhut Waspadai Lonjakan Karhutla

  • 08 Apr 2026 12:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ementerian Kehutanan mewaspadai peningkatan karhutla pada 2026 akibat musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal dan lebih panjang, dipicu oleh fenomena El Nino yang ekstrem.
  • Tercatat luas karhutla hingga Februari 2026 sudah mencapai lebih dari 32 ribu hektare, sehingga masyarakat dan perusahaan diminta lebih berhati-hati dalam melakukan pembukaan lahan (land clearing).

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mewaspadai peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026. Ancaman ini dipicu oleh prediksi musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang akibat El Nino ‘Godzilla’.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kondisi tersebut membuat potensi karhutla tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Risiko kebakaran dinilai meningkat seiring kekeringan yang berkepanjangan.

“Karena itu kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dibandingkan tahun lalu. Tahun 2026 ini akan lebih mengancam kita secara bersama," ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis Senin, 6 April 2026.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), juga memprediksi curah hujan akan berada di bawah normal. Kondisi ini berpotensi memperparah kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, fenomena El Nino diperkirakan berada pada level lemah hingga moderat. Meski demikian, dampaknya tetap perlu diwaspadai karena dapat memperbesar risiko kebakaran.

Data Kemenhut mencatat luas karhutla pada Januari hingga Februari 2026 mencapai lebih dari 32 ribu hektare. Sementara pada Maret 2026, luas kebakaran diperkirakan bertambah lebih dari 10 ribu hektare.

Wilayah dengan luasan tertinggi meliputi Provinsi Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kepulauan Riau. Kondisi ini menunjukkan sebaran karhutla yang cukup luas di berbagai wilayah.

Peningkatan juga terlihat dari jumlah titik panas yang melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi peringatan dini bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Pada intinya masyarakat harus lebih mawas diri, harus lebih hati-hati dalam proses land clearing dan juga perusahaan terutama, Land clearing yang nanti akan berkibat langsung terhadap tingginya karhutla," kata Menhut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....