BPBD Natuna Intensifkan Patroli-Sosialisasi Cegah Karhutla Dampak El Nino
- 13 Apr 2026 17:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengintensifkan patroli serta sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan dan mitigasi di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
RRI.CO.ID, Natuna - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengintensifkan patroli serta sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ini sebagai langkah pencegahan dan mitigasi di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika mengatakan, pada awal 2026 Pemerintah Kabupaten Natuna telah menetapkan status siaga darurat untuk sejumlah potensi bencana. Seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang pasang, dan abrasi.
Namun, pada 26 Maret 2026 status tersebut ditingkatkan menjadi tanggap darurat akibat kombinasi cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla. Fenomena El Nino disebut memicu berkurangnya curah hujan sehingga menyebabkan kekeringan dan kebakaran lahan hingga ratusan hektare.
Seiring membaiknya kondisi di lapangan, sejak 2 April 2026 status kembali diturunkan menjadi siaga darurat. Upaya penanganan yang dilakukan dinilai mampu menekan potensi kebakaran.
“Sekarang status kita siaga darurat. Kegiatan yang kita fokuskan adalah pencegahan dan mitigasi melalui sosialisasi kepada masyarakat serta patroli rutin untuk memantau kondisi di lapangan,” kata Raja Darmika, Senin 13 April 2026.
Dalam kegiatan sosialisasi, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Vegetasi di Natuna saat ini dalam kondisi kering akibat berkurangnya hari hujan, khususnya selama Maret, sehingga risiko kebakaran meningkat.
Meski demikian, masyarakat yang terpaksa melakukan pembakaran diminta menerapkan metode aman. Caranya dengan menebas terlebih dahulu, mengumpulkan sisa tebasan di satu titik, lalu membakar dengan pengawasan ketat agar api tidak merembet.
BPBD juga mendorong pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan untuk ikut melakukan patroli. Langkah ini dinilai penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan segera ditangani sebelum meluas.
Dalam patroli, petugas menggunakan sepeda motor serta memantau titik api melalui aplikasi Si Pongi. Selain itu, upaya mitigasi juga dilakukan dengan pembuatan sumur di lokasi rawan kebakaran untuk mempermudah pengambilan air saat terjadi karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....