BPBD Kaltim Perkuat Pengamanan Berlapis Antisipasi Karhutla IKN

  • 07 Apr 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur menerapkan strategi Pagar Betis untuk mengantisipasi karhutla di IKN
  • Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau
  • Kerja sama ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi lintas instansi

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur menerapkan strategi Pagar Betis untuk mengantisipasi karhutla di IKN. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

"Lima daerah penyangga telah sepakat membantu pemadaman jika terjadi kebakaran di kawasan IKN," kata Kepala BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo, Selasa, 7 April 2026. Kesepakatan tersebut melibatkan Balikpapan, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat sebagai barisan perlindungan.

Menurut Kepala BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo, kerja sama ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi lintas instansi. Rapat tersebut sebelumnya digelar di Ops Room BPBD Kaltim untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul prakiraan BMKG terkait potensi musim kemarau ekstrem di wilayah Kalimantan Timur. Wilayah IKN diperkirakan memasuki musim kemarau pada pertengahan Juni hingga Juli 2026 dengan puncak kekeringan Agustus.

Curah hujan tahun ini diprediksi berada di bawah normal sehingga meningkatkan potensi lahan menjadi sangat kering. Kepala BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo menyebut Kecamatan Sepaku dan Samboja Barat sebagai wilayah prioritas pengawasan.

Selain itu, kawasan Tahura Bukit Soeharto juga masuk kategori rawan akibat dominasi lahan kering dan aktivitas manusia. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah memaksimalkan Command Center Nusantara guna memantau titik api secara waktu nyata.

Teknologi berbasis satelit ini diharapkan mampu mendeteksi dini potensi kebakaran di kawasan IKN. "Modifikasi cuaca berupa hujan buatan siap dilakukan jika kekeringan memasuki fase kritis," ujar Kepala BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo.

Pemerintah juga menyiapkan sistem peringatan dini melalui pesan singkat yang dikirim langsung ke ponsel warga. Aparat kepolisian turut meningkatkan patroli pengawasan guna mencegah praktik pembakaran lahan oleh masyarakat.

Ia mengimbau warga tidak melakukan pembakaran selama periode kemarau panjang. Masyarakat juga diminta segera melapor ke layanan darurat 112 jika menemukan asap atau titik api di sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....